Mimpi Gigi Tanggal Iringi Azizul Raih Nilai Tertinggi Ujian Perangkat Desa Randupitu

Pasuruan_lumbungberita.id
Ada mimpi yang terasa begitu aneh bagi Azizul Ahmad. Di tengah proses mengikuti penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pria kelahiran 1992 itu mengaku beberapa kali mengalami mimpi yang tak biasa. Salah satunya, mimpi kehilangan gigi.

Siapa sangka, mimpi tersebut justru menjadi bagian dari cerita Azizul hingga akhirnya meraih nilai tertinggi dalam ujian perangkat Desa Randupitu yang digelar di Balai Desa Randupitu, Rabu (19/8/2026).

Azizul, yang akrab disapa Zizul, berhasil menjadi yang terbaik dalam ujian untuk formasi Pelaksana Teknis Kewilayahan (Kawil/Kasun) Randupitu.

Ujian tersebut meliputi tes tulis dan baca kitab suci. Proses pengujian dilakukan oleh tim penguji dari SMA Al-Asy’ary Al-Khoziny Prigen.

Hasilnya, Azizul meraih nilai 98 untuk ujian baca kitab suci dan 96,86 untuk ujian tulis. Dengan demikian, total nilai yang dikumpulkannya mencapai 194,86.

Sementara peserta lainnya, Moch. Kurnia Amin, memperoleh nilai 72 untuk baca kitab suci dan 80,16 untuk ujian tulis dengan total 152,16. Sedangkan Lativa Diyah Rahmawati meraih nilai 80 untuk baca kitab suci dan 88,51 untuk ujian tulis dengan total 168,51.

Azizul mengaku bersyukur bisa meraih hasil terbaik. Ia juga mengenang berbagai mimpi aneh yang beberapa kali dialaminya selama mengikuti tahapan penjaringan.

“Alhamdulillah saya meraih yang tertinggi. Bangga rasanya. Hampir tiap tidur saya mimpi yang aneh-aneh. Pernah juga saya mimpi kehilangan gigi,” ujar Azizul.

Namun, di balik mimpi tersebut, proses yang dijalani Azizul justru berlangsung cukup lancar. Sejak mendaftar hingga melengkapi berbagai persyaratan, ia mengaku tidak menemukan kendala berarti.

“Mulai pendaftaran saya nggak ada halangan sama sekali, lancar semua. Terakhir ngurus berkas di Polres juga lancar,” katanya.

Bagi Azizul, hasil ujian ini bukanlah akhir dari perjalanan. Menjadi bagian dari pemerintahan desa di Randupitu justru akan menghadirkan tanggung jawab baru.

Ia menyadari, Randupitu merupakan desa dengan masyarakat yang majemuk dan memiliki dinamika cukup tinggi. Karena itu, ia tidak ingin terlena dengan hasil ujian yang telah diraihnya.

“Warga Randupitu ini terkenal majemuk dan punya dinamika yang cukup tinggi. Jadi, setelah ini tentu nggak bisa berleha-leha. Tantangan ke depannya makin tinggi. Harus siap,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian penjaringan dan penyaringan perangkat desa dapat berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah rangkaian penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Randupitu berakhir dengan lancar. Hasilnya nanti akan kami serahkan kepada kecamatan,” kata Fuad.

Fuad menegaskan, proses seleksi diserahkan sepenuhnya kepada tim penguji. Menurutnya, hasil yang diperoleh para peserta merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan secara kredibel, akuntabel, dan profesional.

“Hasil ujian ini adalah murni hasil dari penjaringan dan penyaringan yang kredibel, akuntabel, dan profesional. Semua kami pasrahkan kepada penguji,” pungkasnya. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!