Ngeri SMPN Klampok.!!! Sudah Bayar Bulanan Malah Anaknya Harus Pindah dari Sekolah
Malang Raya. lumbungberita.id
Istilah sudah jatuh tertimpa tangga di alami HD, salah satu Wali Murid (Walmur) SMPN 2 Singosari atau SMPN Klampok. Pasalnya, usai dirinya mencari pinjaman uang untuk membayar tunggakan bulanan wajib di sekolah tersebut, kini dirinya bersama sang istri harus meresapi nasib karena sang anak harus pindah dari sekolah SMPN Klampok.
Ironis dan membengungkan yang di alami HD, salah satu Walmur SMPN Klampok. Dirinya sudah bersusah payah mencari pinjaman hampir 1 juta rupiah untuk membayar bulanan wajib, namun nasib anaknya harus pindah dari sekolah tersebut.
“Ngerti anak saya dipindah, ngapain saya susah-susah cari pinjaman kemarin Mas. Saya heran dengan kebijakan sekolah SMPN Klampok ini, maklum saya orang bodoh yang tidak tau apa-apa,” kata HD.
Harusnya ada kebijakan buat anak saya, padahal nilai anak saya bagus, kalau seperti ini saya harus menanggung beban bayar dua kali. Bayar di SMPN Klampok dan sekolah baru anak saya. Semoga pemerintah mendengar keluh kesah soal sekolah negeri tidak gratis,” tambah pria yang berdomisili di Kecamatan Singosari.
Informasi didapat media ini, ada sekitar 6-8 murid SMPN Klampok yang harus dipindah dari sekolah tersebut, salah satunya anak dari HD yang berdomisili di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Dikonfirmasi melalui nomor selulernya, Kepala Sekolah (Kepsek) Herminto Prabowo, mengungkapkan kalau sekolah tidak pernah mengeluarkan siswa.
Disinggung ada beberapa murid saat ini harus pindah, Herrminto mengatakan, mekanisme untuk siswa pindah sekolah, tinggal kelas, semua didasarkan atas regulasi yang sudah menjadi ketentuan terkait Tatib siswa di SMP Negeri 2 Singosari.
“Sekolah tidak pernah mengeluarkan siswa sesuai ketentuan tersebut. Sudah dikomunikasikan dengan orang tua / wali murid sesuai regulasi ketentuan dan kriteria kenaikan kelas. Secara teknis yang lebih tahu jumlah yang pindah adalah Waka bidang Kurikulum dan Operator Sekolah,” ungkap Kepsek SMPN Klampok.
Sorotan terus mengalir dari Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Pemuda Peduli Masyarakat Bawah (LSM P3MB) Masroni. Menurutnya, kejadian ini sangat miris, orang tua sampai mencarikan pinjaman untuk membayar bulanan wajib anaknya, tapi anak tersebut harus pindah dari sekolah.
“Bobrok sekali sekolah ini, sangat memalukan dan ini harus ada tindakan. Saya akan berkirim surat ke Bupati dan Pemerintah Pusat. Anggaran dana BOS buat apa dan kinerja Komite itu apa saja..?,” jelas Masroni.
Kasihan Walmur kalau seperti ini. Harus ada tindakan dari Kadispendik dan Bupati Malang, jangan hanya menerima laporan dari sekolah saja, turun lapangan/masyarakat,” jelas Ketua LSM P3MB.
Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan Rabu (01/7/26) pukul 13:30 Wib. Konfirmasi media ini belum ada jawaban dari Bupati Malang, HM, Sanusi dan Kadispendik Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan. (Lum).
Share this content:

