Peringatan Hari Pahlawan di Kepulungan, Upaya Merawat Identitas Budaya

Pasuruan_lumbungberita.id
Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2026 di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menjadi momentum untuk kembali mengenalkan sekaligus merawat kekayaan seni, sejarah, dan identitas budaya lokal.

Hal itu tercermin dalam Pagelaran Seni dan Budaya yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan di kawasan Wisata Sumber Air Panas Wong Pulungan, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa.

Sejak sore hari, masyarakat disuguhi berbagai pertunjukan kesenian tradisional, mulai dari bantengan hingga jaranan. Kemeriahan berlanjut pada malam hari dengan hiburan campursari dan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang Ki Yanto Wadeng dari Prigen.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Camat Gempol, Danramil 0819/20, perwakilan Kapolsek Gempol, serta Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono bersama jajaran perangkat desa.

Di balik kemeriahan pertunjukan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengangkat potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Desa Kepulungan. Terlebih, desa tersebut menyimpan sejumlah benda yang diduga memiliki nilai sejarah dan berpotensi menjadi bagian dari warisan budaya daerah.

Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi penyelenggaraan pagelaran seni dan budaya tersebut.

Menurutnya, Kepulungan memiliki kekayaan sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, pemerintah desa berencana mengumpulkan benda-benda yang diduga sebagai peninggalan cagar budaya dalam sebuah museum mini yang nantinya dibangun di kawasan wisata Wong Pulungan.

“Sejatinya di Kepulungan juga sarat akan sejarah budaya. Banyak sebetulnya di desa ini benda-benda diduga cagar budaya. Maksud kami, benda-benda itu akan kami kumpulkan di sebuah museum mini yang rencananya juga akan dibangun di wisata di sini,” ungkap Didik.

Ia pun berharap rencana tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Kabupaten Pasuruan. Bahkan, dalam kesempatan itu, Didik secara khusus menyampaikan harapannya kepada Adinda Denisa agar turut membantu mewujudkan gagasan museum mini tersebut.

Menanggapi hal itu, Adinda Denisa mengaku bangga karena pagelaran seni dan budaya dapat diselenggarakan di salah satu ikon wisata Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus membuka kesadaran bahwa masih banyak potensi sejarah dan budaya lokal yang belum diketahui masyarakat luas.

“Saya bangga acara ini bisa diselenggarakan di salah satu ikon wisata Kabupaten Pasuruan. Ternyata banyak nilai sejarah di Kepulungan yang belum banyak diketahui orang. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita, khususnya anak muda,” ujarnya.

Adinda juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mengenalkan potensi daerah melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk mempromosikan kekayaan sejarah dan budaya Kecamatan Gempol, khususnya Desa Kepulungan.

Terkait usulan pembangunan museum mini, ia menyarankan agar langkah awal dapat dimulai dari kegiatan sederhana, seperti menggelar pameran benda-benda bersejarah sebelum nantinya dikembangkan menjadi museum.

Lebih lanjut, Adinda menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar kegiatan seremonial. Semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui berbagai upaya positif, salah satunya dengan menjaga identitas dan warisan budaya bangsa.

“Kalau dahulu para pahlawan berjuang memperjuangkan kemerdekaan, kita pun sama. Kita berjuang dengan semangat kemerdekaan dengan mempertahankan identitas kita. Seperti acara ini, merupakan salah satu bentuk identitas kita,” jelasnya. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!