LSM P3MB Dukung Gerakan 10 November Tuntut Lengsernya Kepala Desa Bakalan Purwosari

PASURUAN, lumbungberita.id

Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Pemuda Peduli Masyarakat Bawah (P3MB) Masroni, menyatakan dukungan terhadap Gerakan 10 November yang menyuarakan tuntutan agar Kepala Desa, Sekdes dan Bendahara Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, dilengserkan dari jabatannya. Jumat (6/11/26).

Gerakan Bakalan Bersatu yang bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga yang menginginkan adanya evaluasi dan perubahan dalam tata kelola pemerintahan Desa Bakalan.

Ketua LSM P3MB menyampaikan, dukungan tersebut diberikan karena pihaknya menilai aspirasi warga perlu didengar dan difasilitasi, melalui mekanisme yang sah dan bermartabat.

“Kami dari P3MB mendukung Gerakan warga Bakalan Bersatu pada 10 November. Ini bukan soal kebencian pribadi, tapi soal aspirasi warga bakalan yang ingin desanya dikelola secara lebih transparan, terbuka dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin undang-undang, selama dilakukan secara damai, tertib dan tidak melanggar hukum.

Pria yang berdomisili di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari ini juga meminta agar tuntutan warga tersebut ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti Camat Purwosari, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, hingga Bupati Pasuruan, melalui proses klarifikasi dan pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku.

“Jika ada persoalan dalam pemerintahan desa, harus dibuka dan diperiksa secara resmi. Jangan sampai aspirasi warga dibiarkan begitu saja. Kami meminta pemerintah daerah turun dan mendengarkan langsung suara masyarakat bakalan,” tambahnya.

Masroni yang dikenal dengan solidaritasnya menegaskan, gerakan ini harus berjalan damai dan tidak anarkis. Pihaknya berharap seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak melakukan provokasi, serta menghormati aparat dan fasilitas umum.

“Kami harapkan gerakan ini damai. Tujuannya adalah menyampaikan aspirasi, bukan membuat kerusuhan,” ungkpanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bakalan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warganya.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi Kepala Desa Bakalan, Pemerintah Kecamatan Purwosari, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi secara berimbang. (Lum).

Share this content:

error: Content is protected !!