Tinjau Pasar Kepulungan, Wabup Pasuruan Pastikan Pemkab Siap Bantu
Pasuruan_lumbungberita.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memastikan siap membantu pemulihan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, yang terdampak kebakaran. Bantuan tersebut rencananya akan diupayakan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT), dengan tetap memperhatikan ketentuan dan persyaratan administrasi yang berlaku.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, saat meninjau langsung kondisi Pasar Desa Kepulungan, Selasa (3/11/2026). Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan sebagaimana arahan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.
“Kita akan membantu melalui BTT. Kita menunggu surat resmi dari desa, bagaimana nanti pemerintah bisa membantu meringankan dampak kebakaran di pasar desa ini. Tentunya tetap melalui regulasi dan aturan,” ujar Gus Shobih, sapaan akrab Shobih Asrori.
Menurutnya, Pasar Desa Kepulungan merupakan pasar yang dikelola oleh pemerintah desa sehingga penanganannya berkaitan dengan kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Karena itu, proses pemberian bantuan harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.
Ia juga menegaskan bahwa realisasi anggaran tidak bisa hanya didasarkan pada kebutuhan mendesak atau kondisi tertentu, melainkan harus memenuhi persyaratan administrasi.
“Bukan soal musim penghujan atau tidak. Kita tetap berpedoman pada aturan. Walaupun musim penghujan, kalau persyaratan administrasinya belum terpenuhi, anggarannya tetap tidak bisa direalisasikan. Nanti sesuai regulasi, kita akan bantu melalui BTT,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Shobih didampingi Camat Gempol Hadi Mulyono, Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono, serta Pengelola Pasar, Supaat. Selama kurang lebih 30 menit, Wabup berdialog dengan pengelola dan sejumlah pedagang untuk mengetahui kondisi pasar sekaligus membahas upaya penanganan pascakebakaran.
Sebagai informasi, Pasar Desa Kepulungan mengalami kebakaran pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan kios terdampak dengan estimasi kerugian material mencapai Rp1,5 miliar.
Pascakejadian, pemerintah desa bersama berbagai elemen masyarakat telah melakukan pembersihan puing-puing sisa kebakaran. Kini, para pedagang masih menantikan upaya pembangunan kembali pasar agar aktivitas perekonomian masyarakat dapat segera pulih. (Ind)
Share this content:

