Lamasa Pandaan Istiqomah Berangkatkan Jemaah Umrah, Kenyamanan Jadi Prioritas

Pasuruan_lumbungberita.id
Malam ini, Rabu (7/10/2026), suasana di Masjid Cheng Hoo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terasa khidmat. Sejumlah jemaah tampak bersiap membawa koper dan perlengkapan perjalanan. Doa dan harapan mengiringi langkah mereka menuju Tanah Suci.

Ya, malam ini sebanyak 42 jemaah Lamasa Travel Haji dan Umroh diberangkatkan dari Pandaan menuju Arab Saudi. Bagi Travel yang beralamat di Lingkungan Sidomukti, Kelurahan Pandaan ini, keberangkatan tersebut menjadi catatan perjalanan yang istimewa karena telah memasuki kali ke-10.

Direktur Utama Lamasa Travel Haji dan Umroh, Kholilah, mengatakan keberangkatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pihaknya untuk terus mendampingi masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah.

“Alhamdulillah, untuk keberangkatan ini sudah ke-10 kalinya. Yang berangkat tanggal 7 Oktober ini ada 42 jemaah. Kalau digabung dengan keberangkatan tanggal 8 Oktober, totalnya ada 51 jemaah,” kata Kholilah.

Para jemaah dijadwalkan menjalani perjalanan selama 12 hari. Selain menjalankan rangkaian ibadah umrah, mereka juga mendapatkan agenda city tour di Makkah dan Madinah.

Bagi Lamasa, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya soal membawa jemaah sampai ke tujuan. Kenyamanan selama perjalanan hingga berada di Makkah dan Madinah menjadi perhatian yang terus dijaga.

Mulai dari transportasi, akomodasi hingga pendampingan jemaah disiapkan sejak awal. Bus yang digunakan bahkan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

“Mulai perjalanan kami menyediakan bus yang insyaallah sudah luar biasa. Di dalamnya ada menu-menu, minuman, kopi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Setibanya di Makkah, jemaah akan menempati hotel bintang empat yang berada dekat dengan Masjidil Haram. Sedangkan selama berada di Madinah, Lamasa Travel menggunakan Hotel Royal Andalus yang lokasinya juga dekat dengan Masjid Nabawi.

“Yang kami utamakan adalah pendampingan kepada jemaah. Hotel bintang empat di Makkah dekat sekali dengan Masjidil Haram. Untuk di Madinah, kami menggunakan Hotel Royal Andalus yang dekat dengan Masjid Nabawi,” jelasnya.

Perempuan dengan panggilan akrab Hajah Lala ini mengatakan, pilihan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kenyamanan jemaah. Terlebih, perjalanan umrah membutuhkan kondisi fisik dan kesiapan yang baik agar jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Di tengah persiapan keberangkatan, Lamasa Travel juga menghadapi tantangan kenaikan sejumlah komponen biaya perjalanan. Kenaikan harga avtur serta perubahan nilai tukar riyal dan dolar turut memberikan pengaruh terhadap biaya operasional.

Namun, Lamasa memilih melakukan penyesuaian teknis perjalanan agar tidak menambah beban biaya jemaah.

“Seharusnya keberangkatan kami tidak ada yang menggunakan transit. Berhubung ada satu keluarga yang enam orang dan ada yang empat orang, akhirnya kami menggunakan transit. Saya ambil keputusan tengah-tengah supaya jemaah tidak ada penambahan biaya,” ungkapnya.

Sementara itu, situasi kawasan Timur Tengah yang belakangan ini memanas juga sempat menjadi perhatian sebagian jemaah. Terutama mengenai keamanan perjalanan.

Kholilah mengatakan, pihaknya memiliki tim yang terus memberikan informasi terbaru mengenai kondisi di Arab Saudi kepada jemaah.

“Memang berita tentang Timur Tengah sempat membuat jemaah bertanya, bagaimana, aman tidak. Kami punya tim di sana yang selalu memberikan informasi ter-update. Alhamdulillah, di sana aman,” katanya.

Menurutnya, perjalanan menuju Arab Saudi memiliki jalur yang berbeda dengan wilayah konflik yang menjadi pemberitaan. Karena itu, pihaknya terus memberikan informasi kepada jemaah sekaligus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan.

Bagi salah satu jemaah, Heri Kuswoyo, persiapan yang dilakukan Lamasa Travel sejak awal membuatnya semakin yakin menjalani perjalanan umrah.

“Alhamdulillah, Lamasa lebih nyaman, lebih meyakinkan. Insyaallah mulai persiapan sampai sekarang sudah aman terkendali. Insyaallah saya siap merekomendasikan ke teman-teman dan saudara,” terang Heri.

Di balik nama Lamasa sendiri, ternyata tersimpan filosofi yang cukup dalam. Lamasa bukanlah sebuah singkatan. Nama tersebut diambil dari bahasa Arab yang bermakna sentuhan.

Ya, sesuai dengan tagline Lamasa, “Perjalanan Suci dengan Sentuhan Kasih”, malam ini sebanyak 42 jemaah memulai perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Membawa koper, doa, dan harapan. Mereka berangkat dengan satu tujuan: menjalankan rangkaian ibadah dengan nyaman dan khusyuk, sekaligus menjemput pengalaman spiritual yang berkesan bersama Lamasa. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!