LSM P3MB akan Surati KPK: AATP Pasuruan Mangkrak, SK Belum Keluar Tapi Anggaran Miliaran Terus Mengalir
Pasuruan, lumbungberita.id
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Pemuda Peduli Masyarakat Bawah (LSM P3MB) Masroni, menyoroti wisata Arjuna Agro Techno Park (AATP) Pasuruan, yang mangkrak dan Surat Keterangan Tukar Guling belum selesai tapi dapat anggaran miliaran rupiah. Ada apa dengan Pemkab Pasuruan.?. Selasa (6/10/26).
Keberadaan wisata Arjuna Agro Techno Park (AATP) yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan dinilai mangkrak namun terus menyerap anggaran miliaran rupiah disorot Ketua LSM P3MB.
Masroni mengatakan, pihaknya mempertanyakan kejelasan status lahan yang di kuasai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan yang terletak di jalur strategis tersebut. Pasalnya, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) pengelolaannya belum keluar, namun aktivitas penganggaran masih terus berjalan setiap tahun.
“Ini menjadi pertanyaan besar. Bangunannya mangkrak, tidak difungsikan maksimal, SK pengelola belum jelas, tapi anggarannya masuk terus miliaran. Ada apa ini.?,” kata pria yang berdomisili di Kecamatan Purwosari.
Menurutnya, AATP yang awalnya digadang-gadang menjadi pusat pengembangan ekonomi, UMKM, dan agrowisata Kabupaten Pasuruan, kini justru terkesan dibiarkan. Beberapa fasilitas terlihat tidak terawat dan tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pihaknya menduga, ada kejanggalan dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran AATP tersebut. LSM P3MB meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk turun melakukan audit investigasi terkait penggunaan anggaran yang telah digelontorkan selama ini.
“Kami minta transparansi. Berapa anggaran yang sudah masuk, untuk apa saja, dan siapa yang bertanggung jawab.?. Jangan sampai proyek ini hanya jadi bancakan anggaran tanpa ada output yang jelas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, melalui Kepala Bidang (Kabid) wisata, Santo, membantah kalau AATP dikatakan mangkrak. Karena, kata Santo, memang dengan keterbatasan sumber daya, baik SDM maupun anggaran. Di AATP masih sering dikunjungi oleh beberapa warga lokal (Warlok) setempat.
“Digunakan untuk senam pagi, kunjungan adek-adek dari SD atau TK sekeliling dan juga masih ada beberapa even yang agak gede, seperti FunRoad september kemarin dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten pasuruan,” ucap Kabid wisata.
Masih lanjut Santo, untuk penggunaan AATP, Disbudpar tidak bisa berdiri sendiri, diperlukan kolaborasi dengan beberapa OPD terkait penyelenggaraan event.
“Apabila sering diadakan event, baik itu event dengan skala kecil maupun sedang, itu juga bisa sebagai pemantik bergeraknya UMKM setempat juga,” tambahnya.
Terkait SK Tukar Guling, lanjut Santo, info dari BKAD (bid aset), berkas AATP sudah didaftarkan di BPN akhir september 2026 kemarin, selanjutnya akan diadakan pengukuran.
“Insya Allah di bulan okt ini. Dan mudah-mudahan sertifikat bisa terbit di akhir tahun 2026 ini, atau triwulan pertama di tahun 2027. Karena ada beberapa tahapan-tahapan lagi setelah dilakukan pengukuran,” ungkap Santo.
Aneh bin ajaib, Surat Keterangan Tukar guling belum terbit atau jelas, tapi anggaran miliaran digelontorkan. Dari pantauan media ini, pintu masuk ke lokasi di tutup alias di plang besi agar warga tidak bisa masuk ke AATP.
Informasi didapat media ini, barang yang ada didalam area Arjuna Agro Techno Park (AATP) banyak yang hilang dan rusak.
Adanya kejanggalan wisata AATP Pasuruan ini, LSM P3MB berencana akan melayangkan surat resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sekedar diketahui, AATP Pasuruan dibangun mulai Maret 2021. Setelah itu, pembangunannya dilakukan secara multi-tahun (multiyears) yang terbagi ke dalam beberapa tahap hingga selesai pada akhir 2024. (Lum).
Share this content:

