Legupit Punya Cerita: dari Mobil Siaga hingga Wayang Kulit dan Karnaval
Pasuruan_lumbungberita.id
Warga Dusun Legupit, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, punya cerita tersendiri dalam merayakan rasa syukur. Melalui rangkaian Ruwah Dusun Legupit 2026, masyarakat menggelar berbagai kegiatan, mulai dari selamatan, peresmian mobil siaga dusun, wayang kulit hingga karnaval budaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan napak tilas ziarah ke makam Eang Sariwijoyo dan Kyai Amar Muslikh, Jumat (2/10/2026) sore.
Kemudian pada Sabtu (3/10), warga menggelar selamatan di balai dusun dengan beragam ancak. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan potong pita sebagai tanda peresmian mobil siaga Dusun Legupit, berupa satu unit Daihatsu Luxio.
Ketua Panitia Ruwah Dusun Legupit, Wawan Prastiwo, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan digelar secara swadaya oleh masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur warga atas rezeki dan kesehatan yang telah diberikan.
“Acara berlanjut pada tanggal 9 dan 10, yakni karnaval. Seluruhnya dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Legupit sebagai bentuk rasa syukur karena sudah diberikan rezeki dan kesehatan,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, rangkaian kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Muspika Kecamatan Gempol. Ia berharap seluruh agenda dapat berjalan lancar hingga kegiatan terakhir pada pekan depan.
“Kegiatan hari ini disupport Muspika. Kita berharap acara berjalan lancar sampai pekan depan,” imbuhnya.
Cerita Ruwah Dusun Legupit kemudian berlanjut pada Sabtu malam melalui pagelaran wayang kulit dengan judul “Pandawa Lima Kebujuk” dari Ki Dalang Slamet Darmawan, Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB itu dihadiri Camat Gempol, Kepala Desa Karangrejo, Sekretaris Desa, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat Dusun Legupit.

Camat Gempol Hadi Mulyono turut mengapresiasi keberadaan mobil siaga yang dimiliki Dusun Legupit. Menurutnya, keberadaan kendaraan tersebut menjadi hal yang menarik karena umumnya mobil siaga berada di tingkat desa atau kelurahan.
“Luar biasa. Dusun bisa punya mobil siaga. Kayaknya cuma Legupit yang punya. Sekelas dusun lho ini. Biasanya mobil siaga itu untuk desa atau kelurahan, tapi ini justru dusun. Luar biasa,” kata Hadi kagum.
Hadi menilai keberadaan mobil siaga sekaligus menunjukkan pengelolaan keuangan dan kekompakan masyarakat Legupit. Ia juga melihat semaraknya rangkaian Ruwah Dusun sebagai gambaran tingginya partisipasi warga.
“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan di Legupit berjalan baik. Warganya solid. Acaranya juga nggak main-main, mulai hari ini bersambung minggu depan,” ujarnya.
Rangkaian Ruwah Dusun Legupit masih berlanjut Minggu (4/10) melalui pengajian umum bersama Kyai Ilyas (Kyai Karak).
Selanjutnya, geladi bersih karnaval budaya digelar Jumat (9/10), sebelum ditutup dengan Karnaval Budaya pada Sabtu (10/10) malam, dengan rute dari Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, menuju Balai Dusun Legupit, Desa Karangrejo. (Ind)
Share this content:

