Tak ada Karnaval Desa, RW-03 RT 07/08 Kemantren Martopuro Gelar Karnaval Mini

Pasuruan. lumbungberita.id

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tidak menggelar karnaval tingkat desa. Menyikapi hal itu, warga RW-03 RT 07/08 Dusun Kemantren inisiatif menggelar karnaval mini di lingkungan masing-masing untuk tetap memeriahkan HUT RI ke-81. 

Karnaval mini dilaksanakan pada Minggu (23/8/26) dengan rute mengelilingi jalan lingkungan RW-03. Meski berskala kecil, semangat warga tidak kalah meriah. Peserta terdiri dari anak-anak, remaja, ibu-ibu PKK, hingga bapak-bapak dengan berbagai kostum unik dan kreatif.

Kegiatan ini dikomandoi langsung oleh Munip Santos bersama Karang Taruna “PANGESTU” Dusun Kemantren. Turut mendukung perangkat RW-03 yakni Candra, serta pengurus RT 07 dan RT 08 Kemantren yang bahu-membahu menyiapkan acara.

Sang Komando acara Munip Santoso mengatakan, karnaval mini digelar agar semangat kemerdekaan tetap hidup di tingkat lingkungan. 

“Karena desa tidak ada karnaval, kami putuskan bikin sendiri di RW. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan memberi hiburan ke warga,” kata sapaan Cak Munip.

Rangkaian karnaval dimulai dengan kirab keliling, dilanjutkan penampilan sederhana warga, serta yel-yel kemerdekaan dari masing-masing kelompok. Warga yang menonton di depan rumah juga ikut memeriahkan dengan membagikan jajanan.

Perangkat RW-03, Candra, mengapresiasi inisiatif pemuda dan warga. “Saya bangga anak-anak muda PANGESTU dan Pak Munip Santos mau bergerak. Dana semua swadaya. Ini bukti gotong royong warga Kemantren masih kuat,” ucap Candra.

Kecil-kecil tapi kompak. Dirgahayu RI ke-81. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” pungkas Candra.

Selain karnaval, panitia juga menyiapkan lomba-lomba rakyat seperti balap kelereng, estafet sarung, dan tarik tambang khusus ibu-ibu. Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan ramah tamah.

Edi salah satu warga Kemantren mengapresiasi kreatifitas warga RT-07/08. Menurutnya, kegiatan warga ini sangat bagus karena mengenang dan menghargai jasa leluhur yang turut berperang melawan musuh Indonesia waktu dulu.

Pria berpostur kekar ini juga berharap, agar warga lainnya bisa mencontoh RW-03 Dusun Kemantren, untuk menghargai pejuang yang sudah gugur di Medan perang.

“Kegiatan yang sangat bagus harus mendapat apresiasi. Semoga kedepan RW-03 Dusun Kemantren, Desa Martopuro, semakin solid dan kompak,” ungkap Edi.

Warga berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, meskipun nanti desa kembali menggelar karnaval besar. (Lum).

Share this content:

error: Content is protected !!