Usai Pemakaman Widi, Puluhan Warga Serbu Mapolsek Beji
Pasuruan_lumbungberita.id
Meninggalnya Widi Nurcahyono (43), warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, yang diduga menjadi korban penganiayaan anggota Polsek Beji, memicu reaksi warga.
Seusai prosesi pemakaman, puluhan warga mendatangi Mapolsek Beji, Selasa (4/8/2026), untuk meminta penjelasan terkait peristiwa tersebut.
Dengan mengendarai sepeda motor, warga tiba di Mapolsek Beji secara bergelombang. Kedatangan mereka disambut langsung Kapolsek Beji, Kompol Sukiyanto, bersama sejumlah anggotanya.
Perwakilan warga, Aris, mengatakan kedatangan mereka bukan untuk membuat kericuhan, melainkan meminta penjelasan mengenai proses penangkapan yang berujung pada meninggalnya Widi.
“Kami ingin mencari kejelasan prosedur penangkapan. Apa sudah sesuai prosedur atau tidak,” ujar Aris.
Menanggapi tuntutan warga, Kapolsek Beji Kompol Sukiyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menawarkan autopsi terhadap jenazah Widi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Namun, menurutnya, tawaran tersebut ditolak oleh pihak keluarga.
“Kami sudah menawarkan autopsi kepada keluarga korban. Namun keluarga menolak dan bersedia menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi,” jelas Sukiyanto.
Ia menambahkan, karena keluarga menolak autopsi, pemeriksaan terhadap jenazah hanya dilakukan melalui visum luar di RS Pusdik Porong.
“Jadi untuk prosesnya, hanya dilakukan visum luar di RS Pusdik Porong,” imbuhnya.
Terkait prosedur penangkapan, Sukiyanto menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menyebut surat perintah penangkapan telah diterbitkan dan ditandatangani sebelum pelaksanaan pengamanan.
“Surat penangkapan sudah saya tanda tangani. Sudah sesuai prosedur. Namun dari Polres Pasuruan sudah membentuk tim untuk mengungkap peristiwa ini sejelas-jelasnya. Saya pun juga akan diperiksa,” tegasnya.
Meski mendapat penjelasan dari pihak kepolisian, sejumlah warga berharap proses pengusutan kasus tersebut dilakukan secara terbuka dan profesional agar penyebab meninggalnya Widi Nurcahyono dapat terungkap secara terang benderang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Widi Nurcahyono meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) saat hendak diamankan anggota Polsek Beji di tempat kerjanya di Desa Gunung Gangsir.
Pihak keluarga menduga korban mengalami penganiayaan saat proses pengamanan berlangsung.
Dugaan tersebut mengemuka setelah keluarga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi korban, termasuk adanya lebam di bagian rahang serta kesaksian yang menyebut korban sempat mengeluh kesulitan bernapas.
Hingga kini, Polres Pasuruan menyatakan telah membentuk tim untuk mengusut peristiwa tersebut. (Ind)
Share this content:

