Khidmat, Ratusan Warga Ikuti Selamatan Jenang Sengkala di Patung Sapi Pandaan

Pasuruan_lumbungberita.id
Suasana berbeda terlihat di kawasan Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (12/7/2026).

Ratusan warga, budayawan, hingga berbagai komunitas dari dalam maupun luar Kabupaten Pasuruan berkumpul mengikuti Selamatan Jenang Sengkala yang digagas Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mendapat dukungan dan dihadiri langsung unsur Forkopimcam Pandaan, di antaranya Camat Pandaan, jajaran Polsek Pandaan, Koramil Pandaan, serta pemerintah desa setempat.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap ikhtiar bersama masyarakat dalam mendoakan para korban kecelakaan sekaligus memohon keselamatan bagi pengguna jalan di kawasan tersebut.

Antusiasme masyarakat tampak sejak awal acara. Bahkan warga Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, datang dengan membawa jenang sengkala yang mereka buat sendiri sebagai bagian dari tradisi selamatan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas Polsek Pandaan melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow. Jalur yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan di Simpang Empat Patung Sapi dikosongkan sementara.

Di lokasi tersebut, ratusan peserta mengumandangkan tahlil sambil menaburkan bunga. Setelah itu, jenang sengkala dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas.

Prosesi kemudian berlanjut ke makam Mbah Putri Nawangsari yang berada di area Balai Dusun Gelang. Di tempat ini peserta mengikuti doa bersama, nyadran, pertunjukan tari persembahan, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Ketua FPK Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto mengatakan, Selamatan Jenang Sengkala merupakan bentuk doa bersama sekaligus ikhtiar budaya menyusul kecelakaan lalu lintas yang berulang kali terjadi di Simpang Empat Patung Sapi Pandaan.

“Kami ini bergerak di bidang kebudayaan. Maka ikhtiar yang kami lakukan adalah melalui Selamatan Jenang Sengkala. Kegiatan ini juga bertepatan dengan tujuh hari meninggalnya empat korban kecelakaan maut yang terjadi pada 7 Juli 2026 lalu,” ujarnya.

Selain mendoakan para korban kecelakaan, lanjut Ki Bagong, pihaknya juga memanjatkan doa bagi para leluhur Desa Tawangrejo, khususnya Mbah Putri Nawangsari yang makamnya menjadi salah satu lokasi prosesi. FPK Jawa Timur juga mendorong lahirnya tari khusus yang mengangkat sosok Mbah Putri Nawangsari.

“Kami juga mendorong Mas Wawan, seniman tari yang berdomisili di Tawangrejo untuk menciptakan tari khusus Mbah Putri Nawangsari. Tarian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari berbagai agenda budaya yang digelar di Tawangrejo maupun Kecamatan Pandaan,” urai Ki Bagong.

Sementara itu, Camat Pandaan Timbul Wijoyo mengapresiasi kepedulian para budayawan dan masyarakat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Secara pribadi ia tak menyangka antusias masyarakat begitu tinggi.

“Ini bagian dari ikhtiar agar tidak ada lagi kecelakaan lalu lintas di Pandaan, khususnya di Simpang Empat Patung Sapi. Awalnya kami perkirakan hanya diikuti puluhan orang, ternyata yang hadir mencapai ratusan orang,” katanya.

Menurut Timbul, Pemerintah Kecamatan Pandaan juga akan menindaklanjuti persoalan keselamatan di simpang tersebut dengan berkirim surat kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk meminta kajian teknis.

“Nanti kami akan berkirim surat ke BBPJN agar dilakukan kajian. Apakah simpang ini perlu ditutup atau ada penanganan lain, nanti biar hasil kajian teknis yang menentukan,” pungkasnya. (Ind)

Share this content: