Kirab Ancak Keliling Empat Dusun, Haul Mbah Sapu Logo Tetap Lestari 14 Tahun

Pasuruan_lumbungberita.id
Kirab ancak yang melintasi empat dusun di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menjadi pembuka rangkaian Haul Mbah Sapu Logo dalam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Suro, Selasa (16/6/2026).

Tradisi yang telah dirawat secara konsisten selama 14 tahun terakhir itu kembali digelar sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga warisan budaya desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tradisi bari’an dan kirab ancak berisi tumpeng hasil bumi serta jajanan pasar yang diarak mengelilingi empat dusun sebelum akhirnya dipusatkan di pelataran Makam Mbah Sapu Logo di Dusun Bangkok.

Ketua Paguyuban Mbah Sapu Logo, Kariyono mengatakan tradisi tersebut sebenarnya telah ada sejak lama dan sudah dijalankan sejak dirinya masih kecil. Namun dalam perkembangannya, paguyuban mulai menata pelaksanaan kegiatan agar lebih terorganisasi dan tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

“Kalau waktu saya kecil, tradisi bari’an itu sudah ada, tetapi belum seperti sekarang. Dulu belum ada paguyuban,” ujar Kariyono.

Menurut Kariyono, selama 14 tahun terakhir paguyuban berupaya menjaga keberlangsungan haul agar tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang mempererat hubungan antarwarga lintas generasi.

Dengan anggaran puluhan juta rupiah yang dihimpun dari swadaya masyarakat dan dukungan para dermawan, setiap tahun paguyuban menyelenggarakan dua agenda utama, yakni khataman Al-Qur’an dan kirab budaya yang dirangkai dengan rebutan ancak, tumpengan bersama, hingga pagelaran wayang kulit.

Suasana pelataran makam pun dipenuhi warga dan tamu undangan dari berbagai wilayah. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian acara, sementara para sesepuh menikmati momen kebersamaan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat.

Pria berusia 57 tahun ini menegaskan, Haul Mbah Sapu Logo memiliki ciri khas karena terbuka untuk umum dan menjadi ruang silaturahmi bagi siapa saja yang ingin hadir.

“Acara ini bukan hanya milik warga sini. Semua boleh datang. Mau berdoa silakan, mau menonton juga boleh. Inilah ciri khas haul kami,” katanya.

Puncak rangkaian haul dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dan sesi mercon terbang yang selalu ditunggu-tunggu. (Ind)

Share this content: