Taman Safari Pangkas Pasokan Koperasi, Ratusan Warga Jatiarjo Prigen Terancam Menjerit

Pasuruan_lumbungberita.id
Ratusan warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Koperasi Sumber Makmur terancam menjerit.

Pasalnya, alokasi pasokan koperasi ke Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen dikurangi. Kebijakan tersebut dinilai berdampak besar terhadap keberlangsungan usaha koperasi yang selama puluhan tahun menjadi mitra perusahaan wisata tersebut.

Salah satu pengurus Koperasi Sumber Makmur, Baidowi, mengatakan pengurangan alokasi pasokan mulai terjadi sejak pertengahan 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Pengurangan itu terus bertambah besar hingga sekarang,” ujarnya saat ditemui Lumbung Berita, Kamis (11/6/2026).

Baidowi menjelaskan, sejak 1999 Koperasi Sumber Makmur telah menjadi mitra TSI II Prigen dalam penyediaan berbagai kebutuhan operasional. Mulai dari pakan satwa, kebutuhan dapur, bahan baku restoran, hingga kebutuhan makanan dan minuman hotel selama ini dipasok melalui koperasi tersebut.

Menurutnya, selama menjalin kerja sama, koperasi tidak pernah menerima keluhan maupun komplain dari pihak TSI II terkait kualitas maupun pelayanan.

“Kami bekerja secara profesional. Kualitas barang yang kami kirim juga tidak pernah mengecewakan. Survei barang untuk penentuan harga dilakukan bersama-sama dengan pihak TSI II. Intinya, kerja sama ini selama ini bersifat saling menguntungkan,” jelasnya.

Namun kondisi mulai berubah setelah pergantian manajemen di lingkungan TSI II pada akhir 2024. Sejak saat itu, porsi pasokan dari koperasi secara bertahap mulai dikurangi dengan alasan sebagian kebutuhan telah dipenuhi oleh vendor lain.

“Sekarang pengiriman kami tinggal sekitar 30-an persen. Dengan pemasukan yang berkurang sebesar ini, tentu 378 anggota koperasi kami bisa menjerit,” ungkapnya.

Dampak yang dirasakan, lanjut Baidowi, tidak hanya pada menurunnya pendapatan anggota, tetapi juga mengganggu perputaran usaha koperasi yang selama ini menjadikan TSI II sebagai lini bisnis utama.

“Tiap bulan kami melakukan evaluasi. Dalam kondisi normal saja kami sudah terdampak fluktuasi pasar. Apalagi sekarang ditambah pengurangan pasokan seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sumber Makmur, Suharno, menilai hingga kini belum ada komunikasi yang memadai dari pihak TSI II terkait kebijakan pengurangan pasokan tersebut. Padahal, menurutnya, para anggota koperasi membutuhkan penjelasan yang terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

“Kalau tidak ada komunikasi yang baik, anggota akan berasumsi sendiri-sendiri. Saat ini saja sudah mulai muncul anggapan bahwa kami dirampok. Sebab sampai sekarang pihak TSI II juga belum bisa menunjukkan letak kesalahan kami,” terangnya.

Terpisah, HRD Taman Safari Indonesia II Prigen, Yosi, belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan awak media belum mendapat balasan. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!