Rusak Bertahun-tahun, Murid SDN Sumberrejo 09 Ambulu Belajar di Perpustakaan dan Parkiran

Jember_lumbungberita.id
Kerusakan di SDN Sumberrejo 09 di Dusun Watuulo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, hingga kini belum juga mendapat perbaikan. Akibatnya, para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan yang sempit hingga area parkiran sekolah.

Kerusakan parah pada bangunan sekolah tersebut terjadi sejak tahun 2023. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap yang jebol dan tidak lagi layak digunakan untuk proses pembelajaran.

Kondisi tersebut membuat para siswa tidak bisa menempati ruang kelas sebagaimana mestinya. Demi tetap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan ruang perpustakaan dan area parkir sebagai tempat belajar sementara.

Salah satu tenaga pendidik di sekolah itu menyebut, Kepala SDN Sumberrejo 09, Muh. Witoyo, sebenarnya telah berulang kali mengajukan proposal permohonan rehabilitasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Bahkan, pihak sekolah juga beberapa kali melakukan peninjauan dan menanyakan kelanjutan pengajuan tersebut. Namun hingga kini, jawaban yang diterima masih sama, yakni belum tersedianya anggaran dan diminta untuk bersabar menunggu.

Situasi ini pun menuai perhatian dari Satgas Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) DPW Jawa Timur. Kasatgas PROGIB Jatim, Agus MO, menilai lambannya penanganan terhadap kerusakan sekolah sangat disayangkan karena menyangkut hak pendidikan dan keselamatan siswa.

Menurutnya, kondisi belajar di perpustakaan sempit maupun area parkir jelas tidak layak dan jauh dari standar kenyamanan pendidikan. Ia meminta pihak terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya.

“Kami sangat menyoroti hal ini. Sudah tiga tahun berlalu namun tidak ada perubahan. Kami meminta pihak terkait segera turun tangan dan melihat langsung kondisi sekolah ini. Hal ini tidak seharusnya terjadi di tengah gencarnya program pemerintah untuk memajukan pendidikan nasional,” tegas Agus MO.

Agus juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar persoalan tersebut tidak terus berlarut dan segera mendapatkan solusi.

“3 tahun bukan waktu yang sebentar. Harus segera ada solusi. Kasihan murid-murid. Mereka harusnya memperoleh fasilitas belajar yang layak, aman, dan nyaman sehingga proses pendidikan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Mas)

Share this content:

error: Content is protected !!