Podcast Inspiratif! Inovasi Terbaru dari KIM Gempar Randupitu
Pasuruan_lumbungberita.id
Suasana di sudut Cafe Rex Ganx, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis malam (21/5/2026), tampak berbeda. Sejumlah anak muda duduk melingkar di depan kamera dan perangkat siaran sederhana. Sesekali terdengar gelak tawa bercampur obrolan serius tentang masa depan remaja desa.
Bukan sekadar nongkrong biasa. Para pemuda yang tergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gempar Randupitu itu sedang menggelar podcast perdana bertema “Anak Muda Prestasi Lawan Kenakalan, Remaja Pilih Jalan Produktif”.
Lewat konsep santai ala anak muda, mereka membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Mulai kenakalan remaja, pengaruh lingkungan pergaulan, media sosial, hingga pentingnya memiliki aktivitas positif dan produktif.
Suasana diskusi terasa cair tanpa kesan formal layaknya seminar. Namun dari obrolan ringan itulah muncul banyak pesan edukatif yang mudah dipahami kalangan muda.
Tidak hanya menghadirkan diskusi inspiratif, pengunjung yang datang juga dimanjakan dengan sajian live musik akustik dari para pemuda Randupitu. Alunan musik membuat suasana podcast semakin hangat dan akrab.
Menariknya lagi, KIM Gempar turut memanfaatkan podcast tersebut sebagai sarana promosi produk UMKM khas Randupitu. Sejumlah produk lokal sengaja dipajang di meja podcast selama siaran berlangsung sehingga ikut menarik perhatian penonton yang menyaksikan secara langsung maupun melalui siaran online.
Seluruh pihak yang terlibat dalam podcast itu juga merupakan warga Desa Randupitu sendiri. Mulai Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad, Ketua RT Sugiono, Owner Cafe Rex Ganx Didin, hingga host muda bernama Faiza yang memandu jalannya podcast dengan gaya komunikatif khas generasi muda.
Podcast tersebut disiarkan langsung melalui platform video online sehingga warga dapat mengikuti jalannya diskusi secara real time.
Fuad mengaku bangga melihat semangat kreatif para pemuda di desanya. Menurutnya, podcast perdana tersebut menjadi bukti bahwa anak muda desa mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan inovasi positif.
“Ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda di desa memiliki kreativitas dan kemauan untuk ikut membangun desa melalui media informasi,” ujarnya.
Fuad menilai pendekatan melalui podcast lebih mudah diterima generasi muda dibanding pola penyampaian informasi yang terlalu formal.
“Kalau penyampaiannya santai seperti podcast, anak-anak muda biasanya lebih mudah menerima pesan edukasi dibandingkan forum yang terlalu formal,” paparnya.
Ia berharap KIM Gempar terus berkembang dan mampu menghadirkan lebih banyak konten inspiratif yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Semoga podcast ini menjadi awal yang baik dan mampu melahirkan inovasi kreatif lainnya dari para pemuda Randupitu,” tutupnya. (Ind)
Share this content:

