FPK Gresik Sulap Bambu Gila Jadi Atraksi Seru dan Edukatif
Gresik_lumbungberita.id
Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Gresik menghadirkan permainan rakyat tradisional Bambu Gila sebagai atraksi seru dan edukatif bagi para siswa SDN 303 Gresik atau SDN Pangkah Kulon, Rabu (29/4/2026).
Bambu Gila sejatinya kental dengan nuansa mistis. Namun di tangan FPK Gresik, permainan tersebut dikemas ulang menjadi hiburan yang menyenangkan dan mudah diterima anak-anak. Bahkan, atraksi ini dipadukan dengan tetabuhan musik Jaranan sehingga suasananya semakin meriah.
Sejumlah siswa terlihat antusias saat memeluk dan menggendong sebatang bambu di dada mereka. Tawa lepas dan ekspresi gembira tampak jelas ketika mereka berusaha menahan guncangan bambu yang terus bergerak mengikuti irama musik tradisional.
Sebagai informasi, Bambu Gila sendiri merupakan permainan rakyat khas Maluku yang biasanya melibatkan tujuh orang pemain untuk memegang satu batang bambu yang diyakini dapat bergerak sendiri berkat dorongan magis dari seorang pawang.
Dahulu, permainan ini kerap digunakan dalam acara adat, ritual mistis, hingga keperluan perang. Namun kini, Bambu Gila lebih sering ditampilkan sebagai hiburan, seni pertunjukan, maupun atraksi wisata budaya.
Ketua FPK Gresik, Rudy Gondrong, mengatakan pihaknya ingin memperkenalkan ragam permainan rakyat Nusantara kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Menurutnya, meski awalnya permainan ini memiliki unsur mistis, namun kini dapat diolah menjadi hiburan edukatif yang menarik bagi anak-anak.
“Kami mencoba mengkolaborasikan Objek Pemajuan Kebudayaan permainan rakyat dengan seni tradisional Jaranan,” tutur Rudy Gondrong yang juga pimpinan Jaranan Turangga Sastra.
Ia menjelaskan, perpaduan antara permainan rakyat dan seni tradisional menjadi cara efektif untuk mengenalkan budaya lokal maupun Nusantara.
“Dengan pendekatan yang lebih menyenangkan seperti ini, tentunya akan lebih muda diterima oleh pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua FPK Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, mengapresiasi kreativitas FPK Gresik yang berhasil memadukan permainan rakyat dengan seni tradisional Jaranan.
“Permainan rakyat ternyata bisa dikemas menjadi hiburan yang menyenangkan terutama untuk anak-anak, kami sangat apresiasi sekali,” ujarnya.
Ia berharap inovasi serupa terus dikembangkan agar permainan tradisional tetap hidup dan dekat dengan generasi muda sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa.
“Ini menjadi langkah penting agar warisan budaya Nusantara tetap hidup, berkembang, dan tidak hilang di tengah arus modernisasi,” pungkas pria asli Surabaya tersebut. (Ind)
Share this content:

