Demi Persekabpas, Martopuro Bersatu Sambut Baik Satu Kecamatan satu Pelatih

Pasuruan, lumbungberita.id

Semangat membangun sepak bola dari akar rumput tampak dari warga Desa Martopuro yang tergabung dalam “Martopuro Bersatu”. Saat ini, Minggu (19/4/26) pukul 19:30 Wib, warga menggelar cangkrukan dan diskusi  terkait adanya agenda Pemkab Pasuruan “Satu kecamatan satu pelatih sepak bola”.

Sepak bola memang hiburan rakyat yang paling digemari. Seperti halnya warga Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, dalam wadah “Martopuro Bersatu”, warga berdiskusi yang bertempat di Kampung Tarzan, Desa Kertosari sembari silaturahmi dengan mantan Kades Kertosari, Waluyo.

Di komando Sugeng Ariyanto atau biasa dipanggil Mbah Geng, cangkrukan atau diskusi santai membahas Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan adanya  pengembangan olahraga sepak bola, khususnya menyangkut Persekabpas.

‎Dalam diskusi yang berlangsung hangat, warga memfokuskan pembahasan rencana pemilihan pelatih sepak bola tingkat kecamatan. Program unggulan Pemkab Pasuruan ini akan menempatkan satu pelatih di setiap kecamatan. Tidak hanya bertugas melatih, para pelatih yang terpilih nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan kepelatihan atau disekolahkan secara resmi.

‎Salah satu poin penting yang menjadi perhatian warga adalah proses penunjukan pelatih untuk wilayah Kecamatan Purwosari. Masyarakat berharap sosok yang terpilih benar-benar kompeten, dekat dengan pemain dan mampu memajukan persepakbolaan di tingkat desa atau kecamatan.

‎‎Dengan adanya program pelatih per kecamatan ini, warga Martopuro Bersatu berharap pembinaan sepak bola di Kabupaten Pasuruan bisa lebih terstruktur, dan mampu melahirkan bibit-bibit unggul untuk memperkuat Persekabpas di masa depan.

Wito salah satu  pecinta sepak bola menyambut baik program Pemkab Pasuruan satu kecamatan satu pelatih sepak bola. Dirinya akan selalu mendukung dan turut memperjuangkan  club sepak bola Persekabpas yang pernah masuk semi final.

“Jika benar ini terjadi 1 kecamatan 1 pelatih yang ber lisensi di kecamatan Purwosari saya mendukung. Semua demi kebangkitan sepak bola andalan kita Persekabpas,” ucap sapaan Bang Wit.

Bibit-bibit sepak bola dari dini, lanjut pria murah senyum, harus di siapkan per kecamatan. Persekabpas pernah di segani club-club liga satu. Sekarang harus bangkit lagi dan mengembalikan citra terbaik bagi masyarakat Pasuruan.

‎ 

“Kami khususnya warga Martopuro yang mempunyai club Gapalma, mendukung penuh program  Pemkab Pasuruan kedepan. Persekabpas harus bangkit,” ungkap Wito.

Senada dengan Wito, mantan Kades Kertosari, Waluyo, mendukung penuh apa yang akan di programkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. Menurutnya, club sepak bola Persekabpas penuh sejarah dan perjuangan di tahun dulu.

“Saya akan mendukung penuh jika program 1 kecamatan 1 pelatih sepak bola. Sekolah Sepak Bola (SSB) harus di gelar dari tingkat dini hingga remaja, agar Persekabpas punya pemain yang di cetak sendiri,” kata Waluyo.

Cangkrukan dan diskusi berlangsung dengan khidmad dengan iringan musik elekton. Warga yang hadir juga berterima kasih kepada mantan Kades Kertosari yang sudah memfasilitasi cangkrukan dan diskusi malam ini. (Lum).

Share this content:

error: Content is protected !!