Mengerikan, Begini Detik-Detik Supardi Diberondong Peluru Airsoft Gun

Pasuruan_lumbungberita.id
Nasib nahas menimpa Supardi (44), warga Lingkungan Genengsari, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Niat hati menagih janji kompensasi, pria ini justru harus merintih kesakitan setelah diberondong tembakan airsoft gun.

Ia ditembak oleh seorang oknum penjaga wisma di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Prigen.

Hingga saat ini, sejumlah proyektil logam masih bersarang di dalam tubuhnya, menjadi saksi bisu aksi koboi jalanan yang menimpanya pada Sabtu (18/04/2026).

Dihadapan awak media, Supardi membeberkan kronologi mencekam yang dialaminya.

Kejadian bermula saat ia mendatangi sebuah wisma di Lingkungan Pesanggrahan untuk menagih uang kompensasi sebesar Rp 500 ribu sesuai kesepakatan awal. Namun, sambutan hangat yang diharapkan justru berujung tragedi.

“Saat itu saya hanya fokus meminta ganti rugi sesuai perjanjian. Tiba-tiba, muncul pria berbadan besar keluar dan langsung menembak saya dari jarak sangat dekat,” kenang Supardi dengan nada getir.

Saking cepatnya kejadian tersebut, Supardi mengaku awalnya tidak menyadari bahwa butiran logam telah menembus kulitnya.

“Saya tidak tahu berapa kali dia menembak, dan awalnya tidak terasa kalau pelurunya sudah bersarang di tubuh,” tambahnya.

Melihat korbannya tak berdaya, pelaku yang bertubuh gempal tersebut langsung melarikan diri ke arah perkampungan warga.

Supardi sempat mencoba melakukan pengejaran, namun ia terpaksa menghentikan langkahnya demi menghindari konflik di area pemukiman.

Uniknya, saat melarikan diri, pelaku sempat berteriak ke arah wisma untuk segera membayar ganti rugi.

“Dia sempat teriak ke orang wismanya agar memberikan uang ganti rugi Rp 500 ribu itu ke saya, sesuai janji awal,” jelas Supardi.

Penderitaan Supardi belum usai. Sambil menunjukkan bekas luka, ia memaparkan hasil rontgen medis yang menunjukkan kondisi mengerikan di wajah dan tubuhnya. Setidaknya ada dua proyektil logam bulat yang masih tertanam di area wajah.

Dua proyektil bersarang di pipi kiri (bawah mata) dan pipi bawah rahang. Empat bekas luka tembak terdeteksi di bagian leher, dada, pundak, hingga perut.

“Untuk bagian badan saya belum sempat rontgen, tapi bekas lukanya jelas ada empat titik,” ungkapnya pedih.

Kini, Supardi hanya bisa berharap pada keadilan. Ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas dan segera meringkus pelaku yang telah bertindak brutal tersebut.

“Saya berharap besar kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Semoga pelaku segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tragedi berdarah terjadi di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Rabu pagi (15/4/2026). Supardi (43), warga Genengsari, Pecalukan, Prigen, menjadi korban penembakan airsoft gun.

Peristiwa bermula saat ia membantu mencarikan wanita penghibur ke wisma di Lingkungan Pesanggrahan. Wanita tersebut rencananya untuk tamu yang menyewa villanya.

Sebelumnya, disepakati tersebut akan memberikan kompensasi jika pelayanan wanita penghibur tidak sesuai harapan tamu. Namun, saat Supardi menagih janji ganti rugi, terjadi cekcok yang berujung penembakan. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!