Ketua Umum PJI Turut Deklarasi “Jogo Suroboyo” dari Premanisme

Surabaya. lumbungberita.id

Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori bersama 2.800 warga dari berbagai suku, turut deklarasi dan ikrar menolak premanisme, bertempat di Balai Kota Surabaya. Selasa (31/12/25).

Arek Suroboyo bersatu melawan premanisme.! Di Balai Kota Surabaya, 2.800 warga dari berbagai suku, organisasi dan komunitas menyatakan ikrar bersama menolak premanisme dan merawat harmoni kota.

Deklarasi Surabaya Bersatu dipimpin 27 Kepala Suku FPK Kota Surabaya, diikuti ASN Pemkot Surabaya dan jajaran Forkopimda Plus. Isi deklarasi tegas: menolak premanisme, menjunjung hukum dan menjaga keamanan gotong royong.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menegaskan bahwa tidak ada kompromi bagi pelaku premanisme. “Tidak ada kompromi bagi pelaku premanisme. Ayo jogo Suroboyo,” ungkap Kapolrestabes Surabaya.

Senada dengan Kapolres, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik pernyataan Kapolrestabes Surabaya, agar premanisme tidak boleh hidup di Surabaya, laporkan intimidasi ke Satgas Anti Preman.

Sementara itu Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, menguraikan kalau premanisme hidup karena dibisukan, dilindungi, atau dibiarkan. Kamis (01/01/2026).

“Ayo jogo suroboyo. Pers dan masyarakat harus berdiri paling depan terkait premanisme,” urai Hartanto Boechori.

Warga Surabaya berharap, deklarasi ini bukan sekadar janji, tapi garis batas, tidak ada ruang bagi premanisme di Kota Pahlawan. “Ayo Jogo suroboyo”.

Jurnalis: Lum.

Share this content: