Saring Sebelum Sharing! Podcast Randupitu Ajak Netizen Bijak Bermedsos

Pasuruan_lumbungberita.id
Kemerdekaan di era digital bukan hanya soal bebas menyampaikan pendapat, tetapi juga bijak dalam menggunakan media sosial. Pesan itu mengemuka dalam podcast bertajuk “Netizen yang Merdeka adalah Bijak Bermedsos Tanpa Provokasi” yang digelar Seven Project di Kedai Kopi Rex Gank, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (6/8/2026).

Salah satu pesan yang paling ditekankan adalah pentingnya saring sebelum sharing, agar informasi yang beredar tidak justru menjadi sumber provokasi maupun perpecahan.

Dikemas santai dalam suasana khas kedai kopi, podcast tersebut menghadirkan dua narasumber yang cukup akrab dengan dunia digital.

Mereka adalah Muh. Iksan Mawardi atau Gus Ngantemi, kreator konten sekaligus komedian asal Pasuruan, dan Arifa Annajiah alias Jia, admin media sosial KIM Gempar Desa Randupitu.

Dalam obrolan tersebut, Gus Ngantemi membagikan pengalamannya terjun ke dunia konten. Ia mengawali perjalanan dari dunia stand-up comedy pada 2016. Lalu berkembang dengan membangun personal branding melalui konten-konten humor.

Menurutnya, menjadi kreator tidak harus menjatuhkan atau mencari kesalahan orang lain. Justru, karya yang menghibur dan memiliki karakter tersendiri dapat menjadi identitas positif di tengah arus informasi media sosial yang begitu deras.

“Semua tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Media sosial bisa menghasilkan tetapi juga bisa menghabiskan uang. Yang penting fokus membangun karya sendiri. Bukan mencari kesalahan orang lain,” ungkap Gus Ngantemi.

Obrolan kemudian berkembang pada persoalan kritik di media sosial. Para narasumber mengajak masyarakat untuk tidak alergi terhadap kritik. Namun, harus tetap mampu membedakan antara kritik membangun dengan komentar untuk menjatuhkan.

“Kemampuan memilah informasi juga semakin penting. Sebab, satu unggahan yang tidak dipikirkan dengan matang dapat menyebar luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Jia melihat media sosial sebagai ruang yang bisa dimanfaatkan untuk membawa lebih banyak hal positif bagi masyarakat. Melalui KIM Gempar, berbagai kegiatan, informasi, hingga potensi Desa Randupitu diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui sejumlah platform digital.

Lebih jauh ia menjelaskan, media sosial tidak sekadar menjadi tempat untuk membagikan informasi, tetapi juga bisa menjadi etalase desa. Oleh karena itu ia sepakat bahwa tidak semua informasi di media sosial bisa langsung dibagikan.

“Saring sebelum sharing itu penting. Gunakan media sosial secara bijak, karena apa yang kita unggah dapat memberikan dampak bagi banyak orang. Mari gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya. (Ind)

Share this content: