Keluarga Ungkap Widi Tak Bergerak dan Mulut Berbusa Saat Diamankan Polisi

Pasuruan_lumbungberita.id
Dugaan penganiayaan terhadap Widi Nurcahyono, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, semakin menguat di kalangan keluarga. Sehari setelah korban meninggal, pihak keluarga kembali mengungkap sejumlah fakta yang mereka nilai sebagai kejanggalan.

Adik korban, Lukman, mengatakan kondisi kakaknya sudah tidak berdaya ketika dibawa keluar dari tempat kerjanya menuju mobil petugas, Senin (3/8/2026). Keterangan itu, menurutnya, diperoleh dari adik kandung mereka yang menyaksikan langsung proses pengamanan tersebut.

“Adik saya melihat sendiri, kakak ketika dibawa masuk ke mobil kondisinya sudah tidak bergerak, tangannya diborgol, dan mulutnya mengeluarkan busa,” ujar Lukman kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

Lukman menjelaskan, berdasarkan cerita adiknya, saat itu sekitar lima orang datang ke lokasi tempat Widi bekerja di sebuah usaha jasa pembayaran yang berada di samping gerai minimarket di Desa Gunung Gangsir. Tidak seluruhnya masuk ke dalam ruangan. Sebagian disebut menunggu di luar.

Saat proses pengamanan berlangsung, adiknya mengaku sempat mendengar Widi berteriak meminta tolong.

“Adik saya mendengar kakak berkata, ‘Ampun Pak, nggak bisa napas.’ Setelah itu kakak dibawa keluar ruangan dan dimasukkan ke mobil dalam kondisi sudah tak bergerak dan mulut berbusa,” ungkap Lukman.

Keluarga semakin mempertanyakan penyebab meninggalnya Widi karena beberapa jam sebelum peristiwa itu terjadi, korban disebut masih menjalankan aktivitas seperti biasa.

Menurut Lukman, pada pagi hari Widi bahkan masih terlihat sehat dan sempat membantu mengatur parkir kendaraan di minimarket yang berada di dekat tempat kerjanya.

Selain itu, keluarga juga mengaku menemukan adanya kondisi yang dinilai tidak biasa pada tubuh korban saat berada di puskesmas.

“Kalau luka-luka di tubuh sepertinya tidak ada. Tapi di rahang kanan, tepat di bawah telinga, ada benjolan atau lebam. Padahal sebelumnya kami yakin tidak ada benjolan itu,” katanya.

Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan keluarga bahwa ada tindakan kekerasan yang dialami Widi sebelum dinyatakan meninggal dunia. Meski demikian, hingga kini penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Widi Nurcahyono meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) saat diamankan anggota Polsek Beji di tempat kerjanya, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji. Keluarga menduga korban mengalami penganiayaan saat proses pengamanan berlangsung. (Ind)

Share this content: