“Iman dan Takwa Benteng Utama”, BNN Kupas Bahaya Narkoba di Podcast Randupitu

Pasuruan_lumbungberita.id
Iman dan takwa menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan dalam Podcast Randupitu bertajuk Bahaya Narkoba yang digelar di Cafe Kopirex, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kamis (23/7/2026) malam.

Podcast yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Seven Project itu diikuti mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Fendy Mochamad dari BNN Kabupaten Pasuruan, Al Wira dari Polsek Gempol, serta perwakilan mahasiswa KKN UM.

Dalam kesempatan itu, Fendy mengatakan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Karena itu, pendidikan karakter yang berlandaskan iman dan takwa harus ditanamkan sejak dini sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif.

“Iman dan takwa adalah benteng utama. Kasus pelajar yang terpengaruh narkoba juga masih banyak terjadi. Karena itu saya melihat langkah preventif melalui modul edukasi yang sudah diterapkan di sekolah-sekolah Randupitu, merupakan upaya yang sangat baik,” ujarnya.

Selain pencegahan, Fendy juga mengingatkan pentingnya peran keluarga ketika mendapati anak terjerat penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, orang tua tidak boleh langsung panik ataupun menghakimi anak.

“Kalau ada anak yang terjerat narkoba, orang tua jangan panik dan jangan menghakimi. Cari waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati, kemudian segera upayakan rehabilitasi. Koordinasikan dengan pemerintah desa agar proses rehabilitasi bisa dibantu,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap lingkungan memiliki tingkat kerawanan yang berbeda terhadap penyalahgunaan narkoba. Faktor pergaulan di sekolah, lingkungan pertemanan, hingga dunia kerja menjadi penyebab yang paling banyak memengaruhi seseorang terjerumus.

Karena itu, sambung Fendy, perang melawan narkoba tidak bisa hanya menjadi tugas BNN maupun aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan aktif membangun kesadaran bersama.

“Kalau masyarakat sudah sadar akan bahaya narkoba, tentu tidak akan ada lagi yang membutuhkan narkoba. Kenapa masih ada pemakainya? Karena pangsa pasarnya masih ada. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa perang melawan penyalahgunaan narkoba adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Ind)

Share this content: