Pergoki Dugaan Pengisian BBM Ganda, Wartawan Mengaku Diintimidasi di Purwosari
Pasuruan_lumbungberita.id
Seorang wartawan asal Sidoarjo, Candra, mengaku mengalami intimidasi saat mencoba mengonfirmasi dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) oleh kendaraan yang sama di dua SPBU berbeda di Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026).
Peristiwa itu bermula ketika Candra beristirahat di sebuah SPBU di Kecamatan Wonorejo. Saat berada di lokasi, ia melihat sebuah Toyota Kijang Kapsul tengah mengisi BBM. Kala itu, ia mengaku belum menaruh kecurigaan terhadap kendaraan tersebut.
Namun, beberapa waktu kemudian, Candra kembali mendapati mobil yang sama sedang mengisi BBM di sebuah SPBU di Kecamatan Purwosari.
Merasa ada dugaan kejanggalan, Candra kemudian menghampiri sopir kendaraan untuk meminta penjelasan. Dari percakapan itu, sopir mengaku mobil tersebut milik dua orang berinisial FRN dan BND yang merupakan warga Pasuruan.
“Mobil ini milik FRN dan BND. Keduanya warga Pasuruan,” ujar Candra menirukan keterangan sopir.
Setelah berbincang, Candra mengaku diajak makan di sebuah rumah makan Padang sembari menunggu kedatangan pemilik kendaraan. Tak lama kemudian datang seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai wartawan dan mengajaknya berdiskusi mengenai persoalan tersebut.
Pembicaraan kemudian berlanjut hingga berpindah ke depan Mapolsek Purwosari. Menurut Candra, situasi saat itu masih berlangsung santai. Bahkan sebelum berpisah, pria yang mengaku wartawan tersebut memberikan uang sebesar Rp200 ribu.
“Saya menerima karena berpikir itu hanya uang bensin,” kata Candra.
Namun, suasana berubah beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 15.00 WIB, Candra mengaku didatangi empat orang. Tak lama berselang, jumlah mereka bertambah menjadi sekitar sepuluh orang.
Menurut pengakuannya, sebagian dari mereka mengaku berasal dari LPKSM SPR serta sejumlah organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat di Pasuruan.
Merasa situasi mulai tidak kondusif, Candra memutuskan mengembalikan uang Rp200 ribu yang sebelumnya diterimanya. Akan tetapi, ia mengaku justru mengalami tindakan yang membuatnya merasa terintimidasi.
“Saya mengembalikan uang itu karena merasa situasinya sudah berubah. Tapi saat itu saya merasa diintimidasi. Saya juga diminta menunjukkan ID Card pers untuk difoto,” tegasnya.
Selain diminta menunjukkan kartu identitas pers, Candra mengaku sempat dihalangi dan dipegangi oleh beberapa orang yang berada di lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, lumbungberita.id masih berupaya mengonfirmasi pengakuan Candra kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan yang berimbang. (Lum)
Share this content:

