Diduga Selisih Anggaran Ratusan Juta, Inspektorat dan Pemdes Bakalan Purwosari “Bungkam”
Pasuruan. lumbungberita.id
Bak lagu Elvy Sukaesih “Bisik bisik tetangga”, Inspektorat Kabupaten Pasuruan mendatangi Pemerintah Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Diduga ada selisih anggaran di tahun anggaran 2025 hingga ratusan juta, namun di rahasiakan.
Kedatangan Inspektorat beberapa minggu yang lalu ke Pemerintah Desa (Pemdes) Bakalan, dalam rangka audit rutin dan monitoring penyelenggaraan pemerintahan desa tahun anggaran 2025.
Sayangnya, pihak-pihak yang terlibat di “Bisik bisik tetangga” antara Pemerintah Desa Bakalan dan tim inspektorat Kabupaten Pasuruan “Bungkam” dan enggan memberi komentar saat di konfirmasi media ini.
Tim Inspektorat Kabupaten Pasuruan inisial S.H, saat di konfirmasi melalui nomor selulernya tidak mau berkomentar, terkait permasalahan di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari.
“Kedatangan tim Inspektorat ini agenda rutin setiap tahun untuk memeriksa administrasi, keuangan dan lainnya,” ungkap nara sumber yang namanya minta dirahasiakan.
Menurutnya, warga menyambut positif kedatangan Inspektorat Kabupaten Pasuruan. Pengawasan harus dilaksanakan agar anggaran bisa transparan dan program desa bisa tepat sasaran.
“Informasinya ada selisih anggaran di 2025 bahkan di 2023 dan 2024 hingga ratusan juta. Saat ini pemdes menyiapkan LPJ dan senin kemarin kades, Sekdes dan bendahara desa bakalan ke kantor inspektorat,” ungkapnya, Selasa (28/4/26).
Kapan hari, Kades Bakalan dipanggil Camat usai ada media konfirmasi ke salah satu orang inspektorat, gak tau terkait apa kades dipanggil Camat,” pungkas narasumber.
Seolah terorganisir, tim Inspektorat, Kades Bakalan, Ahmad Abdullah dan Bendahara Desa, Hikmah, “Bungkam” saat dikonfirmasi atas kedatangan Inspektorat ke Balai Desa Bakalan.
Adanya kebungkaman tim Inspektorat Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Desa Bakalan, mendapat sorotan dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Pemuda Peduli Masyarakat Bawah (LSM P3MB) Masroni.
Ketua LSM P3MB mencurigai atas kebungkaman tim Inspektorat, Kades Bakalan dan Bendahara Desa Bakalan atas dugaan adanya selisih anggaran di Pemerintah Desa Bakalan.
“Mencurigakan sekali tim Inspektorat dan pemerintah Desa Bakalan. Harusnya mereka terbuka dan transparan supaya tidak ada kecurigaan dari masyarakat,” ungkap Masroni.
Secepatnya, pria yang berdomisili di Kecamatan Purwosari ini akan segera menyurati Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan serta Polda Jatim, adanya dugaan selisih anggaran Desa Bakalan.
Informasi usai Kades, Sekdes dan Bendahara Desa Bakalan di panggil Inspektorat Senin kemarin, Kades serta lainnya mengintruksikan ke Pemerintah Desa agar tidak memberi stetmen jika di konfirmasi media ini. (Lum/Tim).
Share this content:

