“Pengangsu” Solar di SPBU Singosari-Lawang dan Sentul Purwodadi Tak Tersentuh Hukum
Malang Raya. lumbungberita.id
Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah hukum Polres Malang diduga masih terus berlangsung. Aktivitas mencurigakan tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di kawasan Singosari. Senin (16/3/26).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga yang tinggal di sekitar SPBU, mulai dari wilayah selatan Pasar Singosari hingga akses keluar masuk pintu tol arah batu, kerap melihat aktivitas pengisian BBM oleh sejumlah dump truk pada waktu yang tidak lazim.
Salah seorang warga, Fikri, mengungkapkan, terdapat setidaknya dua dump truk yang dinilai mencurigakan karena melakukan pengisian BBM lebih dari satu kali dalam waktu berdekatan.
“Ada dua dump truk yang sering terlihat mencurigakan, biasanya melakukan pengisian BBM hingga dua kali di SPBU Mondoroko dan Randuagung,” ungkap Fikri.
Menurut pria berambut cepak, awalnya ada 8 dum truk. Namun, saat ini yang sering kelihatan operasi dua sampai lima dump truk, masing-masing berwarna oranye, hijau setengah biru, kuning dan mobil kijang.
“Totalnya bukan hanya dua, melainkan sekitar lima sampai tujuh dump truk dan satu mobil kijang yang bolak-balik mengisi solar,” imbuhnya.
Warga juga menjelaskan, setelah melakukan pengisian BBM berulang kali, kendaraan-kendaraan tersebut kemudian bergerak ke arah selatan. Sebelum pintu tol, dump truk tersebut terlihat masuk ke sebuah gang kecil menuju arah timur.
Karena merasa penasaran, pria berbadan kekar ini sempat mengikuti salah satu dump truk hingga tiba di Jalan Terongdowo, Tirtomoyo, Ulesari, Kecamatan Pakis. Di lokasi tersebut, terdapat sebuah bengkel karoseri bus.
“Kami menduga ada gudang penimbunan solar di sekitar lokasi tersebut, tepatnya di sebelah bengkel karoseri bus. Sebab, dump truk masuk dalam waktu cukup lama, lalu keluar kembali,” jelasnya.
Selain mengisi di wilayah Singosari dan Lawang, dum truk diduga juga mengisi di SPBU Sentul Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 3 sore hingga malam hari. “Saya juga sempat lihat dum truk tersebut di SPBU Sentul Purwodadi. Rupanya di SPBU tersebut ada pengawas dari dum truk tersebut,” tutup Fikri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas tersebut. (BERSAMBUNG).
Jurnalis: Lum.
Share this content:

