Semarak Pondok Ramadhan Randupitu: Bagikan 250 Takjil dan Salat Berjemaah Perdana di Balai Desa

Pasuruan_lumbungberita.id
Kegiatan Pondok Ramadan yang digelar Pemerintah Desa Randupitu berlangsung meriah. Salah satu rangkaiannya adalah aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama yang digelar di Balai Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/3/2026).

Mengusung tema “Meningkatkan Keimanan, Mempererat Persaudaraan, Menebar Kebahagiaan”, kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat dan pengguna jalan.

Sebanyak 250 bungkus takjil dibagikan kepada pengguna jalan di depan Balai Desa Randupitu, tepatnya di jalur Beji–Pandaan. Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, turut turun langsung membagikan takjil kepada pengendara yang melintas.

Dalam waktu kurang dari 15 menit, ratusan takjil tersebut ludes dibagikan. Baik para relawan yang membagikan maupun masyarakat penerima takjil tampak sama-sama menunjukkan wajah penuh kebahagiaan.

Usai kegiatan berbagi takjil, keluarga besar Pemerintah Desa Randupitu berkumpul di balai desa untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, tausiah keagamaan, buka puasa bersama, hingga salat Maghrib berjemaah.

Momen juga ini tergolong istimewa, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, Balai Desa Randupitu digunakan salat berjemaah.

“Tentu menjadi hal yang positif, karena balai desa bukan hanya tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga bisa menjadi ruang mempererat kebersamaan dan meningkatkan nilai-nilai keimanan di tengah warga,” ujar Kades Randupitu Mochammad Fuad.

Seluruh kebutuhan kegiatan tersebut, dari dana, hidangan berbuka puasa, sampai takjil yang dibagikan, merupakan hasil kontribusi bersama para stakeholder desa. Mereka terdiri dari perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum yang turut berpartisipasi.

Fuad mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengingatkan untuk tidak meninggalkan sedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

“Mulai dari pembagian takjil sampai buka bersama, seluruh keluarga besar Pemdes Randupitu kompak. Saya salut. Kami menganut prinsip bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Sedekah berapa pun tetap berharga, yang penting dilakukan dengan ikhlas,” ujarnya.

Fuad juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Menurutnya, rasa persaudaraan perlu terus dipupuk karena pada dasarnya warga Randupitu merupakan satu keluarga besar, meski tidak memiliki hubungan darah.

“Kami berharap kekompakan ini tetap terjaga ke depannya. Kalau ada masalah, mari kita selesaikan bersama. Semangat gotong royong itu mudah sekali terkikis, sehingga melalui kegiatan seperti ini kami ingin menjaga agar semangat kebersamaan tetap menyala. Karena pada hakikatnya kita semua adalah saudara, meski tidak sedarah,” pungkasnya. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!