Parit Memutih dan Picu Gatal, Warga Winong Keluhkan Dugaan Limbah PT Inkalum

Pasuruan_lumbungberita.id
Keresahan menyelimuti warga Desa Winong, Kecamatan Gempol. Mereka menduga aliran limbah dari PT Inkasa Jaya Aluminium (Inkalum) berdampak pada perubahan kondisi air di saluran yang mengarah ke wilayah mereka.

Sebagaimana diketahui, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan ekstrusi aluminium ini berlokasi di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji. Namun, aliran air dari kawasan tersebut mengarah ke Desa Winong, sehingga warga setempat merasakan langsung dampaknya.

Salah satu warga yang enggan disebutkan identitas aslinya, Koko, mengaku kondisi air belakangan makin mengkhawatirkan.

Kepada awak media, Senin (23/2/2026), pria bertubuh tegap itu menuturkan bahwa pembuangan limbah sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Namun warga selama ini memilih bersabar.

“Dulu memang sudah ada, tapi tidak separah sekarang. Beberapa bulan ini makin menjadi-jadi,” ujar Koko.

Menurutnya, dugaan limbah itu lebih sering dibuang pada malam hari. Bahkan saat musim penghujan seperti sekarang, aktivitas pembuangan disebut semakin intens.

“Kalau malam sering keluar. Kalau hujan malah tambah deras. Sampai-sampai saluran air itu kelihatan berasap,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Lumbung Berita, sebuah video yang beredar di kalangan warga memperlihatkan air parit berubah warna menjadi putih layaknya susu. Koko mengaku sempat mencoba menyentuh air tersebut untuk memastikan kondisinya.

“Waktu airnya putih seperti susu itu, saya coba masukkan jari. Langsung terasa gatal saat itu juga,” katanya.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih air tersebut mengalir hingga ke wilayah Desa Winong.

Warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan uji kualitas air, agar tidak berdampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Inkasa Jaya Aluminium (Inkalum) belum memberikan klarifikasi resmi atas persoalan yang mencuat.

Upaya konfirmasi telah dilakukan dengan mendatangi langsung pabrik perusahaan pada Selasa (24/6/2026). Namun, awak media tidak dapat menemui pihak manajemen.

Petugas keamanan di lokasi menyatakan bahwa wartawan harus terlebih dahulu mengajukan permohonan janji temu apabila ingin memperoleh keterangan dari pihak perusahaan. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!