Merasa Diintimidasi Rekannya, Satpam Pabrik Rokok di Sukorejo Bakal Tempuh Jalur Hukum

Pasuruan_lumbungberita.id
Merasa diintimidasi oleh rekan kerjanya, RZ berencana menempuh jalur hukum. Satpam di salah satu pabrik rokok di Sukorejo itu mengaku ditekan oleh rekannya yang diduga mengatasnamakan kepolisian, Senin (23/2/2026).

Warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan tersebut menyebut rekannya, TM alias ISL, yang juga berasal dari desa yang sama, sebagai pihak yang melakukan intimidasi. TM diduga menyeret-nyeret nama oknum anggota polisi untuk menekan dirinya.

Peristiwa itu bermula ketika TM mendatangi RZ dan menyampaikan informasi bahwa nama RZ masuk dalam incaran Polda Jawa Timur terkait dugaan judi online (judol). TM bahkan menyebut ada anggota polisi yang bisa membantu “menyelesaikan” persoalan tersebut.

“Dia bilang ke saya, kalau mau masalah ini selesai, harus ketemu anggota polisi di Sukorejo,” kata RZ saat menceritakan kronologi kejadian.

Namun, maksud di balik pesan itu diduga bukan sekadar klarifikasi. Dalam perkembangannya, TM kembali mendatangi RZ dan menyampaikan bahwa perkara tersebut bisa diselesaikan dengan menyerahkan uang sebesar Rp25 juta.

“Saya cuma main biasa, tidak pernah terlibat judol. Saya bingung, takut, dan tidak percaya. Tapi dia terus-terusan bilang harus ada uang damai,” ungkap RZ dengan nada heran.

RZ pun mempertanyakan dasar tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia membenarkan pernah menginstal aplikasi sejenis, namun hanya sebatas coba-coba dan kini sudah tidak lagi memainkannya. Ia mengaku tidak mengetahui dari mana isu tersebut berasal.

“Saya minta klarifikasi. Atas dasar apa saya dituduh? Informasinya dari mana? Kalau memang ada kasus, mana buktinya? Saya tidak merasa melakukan itu,” tegasnya.

Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum karena merasa dirugikan secara mental dan profesional.

“Saya akan menempuh jalur hukum. Ini sangat mengganggu pikiran saya dan membuat konsentrasi kerja saya terganggu,” pungkas RZ.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polda Jawa Timur terkait validitas informasi maupun dugaan laporan terhadap RZ.
Jurnalis: Lum

Share this content:

error: Content is protected !!