Momentum HPSN 2026, Kades Randupitu Ajak Warga Atasi Sampah Bersama

Pasuruan_lumbungberita.id
Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dimanfaatkan Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Dihubungi via seluler, Minggu (22/2/2026), kades yang hobi main catur ini menegaskan, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu.

Menurutnya, langkah paling mendasar adalah tidak membuang sampah sembarangan serta membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga.

“Meski kami memiliki sistem pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar, tetapi fokus utama kami bukan hanya di hilir. Yang paling penting adalah dari hulunya, yakni kesadaran masyarakat. Itu poin krusial,” ujarnya.

Fuad juga menyoroti bahaya sampah plastik yang sulit terurai dan dapat bertahan hingga ratusan tahun. Jika dibuang ke perairan, plastik dapat hancur menjadi potongan kecil yang berisiko dimakan ikan dan hewan air lainnya, lalu berdampak pada manusia saat dikonsumsi.

“Sementara jika dibakar sembarangan, asapnya berpotensi mengandung zat beracun yang mencemari udara dan memicu penyakit serius,” tegasnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, timbulan sampah nasional mencapai 24,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 8,5 juta ton atau sekitar 32,55 persen yang sudah terkelola dengan baik, sisanya masih belum tertangani optimal.

“Lewat momentum HPSN 2026 ini mari kita bergerak bersama mewujudkan lingkungan asri, sehat, resik, dan indah. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ucap Fuad dengan nada serius.

HPSN 2026 sendiri mengusung tema Kolaborasi Aksi untuk Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Peringatan ini menjadi refleksi atas tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang menewaskan lebih dari 150 orang.

Mengutip dalam akun instagram pribadi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, persoalan sampah harus segera diselesaikan secara serius dan berkelanjutan. Sesuai arahan Presiden, ia menekankan perlunya langkah luar biasa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab dan peduli pada warisan alamnya untuk keberlanjutan kehidupan. Jadikan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 sebagai titik balik, jangan biarkan sampah menumpuk di masa depan anak cucu kita,” tulis Hanif. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!