Siltap Dikebut, Camat Pandaan Dorong Insentif Perangkat Desa Segera Cair
Pasuruan_lumbungberita.id
Percepatan pencairan penghasilan tetap (siltap) menjadi salah satu pembahasan dalam “Pembinaan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa” yang digelar Kecamatan Pandaan di Warung Monggo Dahar, Desa Tawangrejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh dua perwakilan perangkat dari masing-masing desa se-Kecamatan Pandaan. Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Kasiman, Camat Pandaan Timbul Wijoyo serta Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Krisno Adji.
Dalam arahannya, Camat Pandaan Timbul Wijoyo menegaskan bahwa pemenuhan persyaratan pencairan siltap menjadi prioritas dan ditargetkan rampung pada pekan depan. Ia meminta seluruh pemerintah desa bergerak cepat agar hak perangkat desa segera diterima.
“Minggu depan persyaratan pencairan siltap harus terpenuhi. Itu targetnya. Kalau perlu, kepala dinas akan saya telepon untuk percepatan,” tegas Timbul.
Ia mengingatkan agar seluruh arahan teknis dari DPMD segera ditindaklanjuti. Menurutnya, pencairan siltap harus segera terlaksana, terutama untuk insentif perangkat desa.

“Yang penting jangan sampai telat. Siltapnya dulu. Minimal insentif buat perangkatnya terpenuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap pencairan siltap dapat terealisasi paling lambat pada pekan pertama bulan puasa. Untuk itu, pemerintah desa diminta aktif berkonsultasi dengan DPMD agar penyusunan administrasi tidak menemui kendala.
“Konsultasikan dengan Mas Kris soal penyusunan siltap. Harapan kami, puasa minggu pertama sudah ada realisasi. Kalau ada kendala, segera komunikasikan dengan kami, jangan sungkan,” imbuhnya.
Selain siltap, pria berdomisili di Gempol ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan tanah bengkok secara optimal. Ia menyebut regulasi sudah tersedia dan Kecamatan Pandaan diharapkan bisa menjadi contoh.
“Saya ingin ada pengelolaan tanah bengkok karena sudah ada perbupnya. Dana yang penting masuk ke PAD. Soal konsep, terserah kreativitas bapak ibu semua. Tidak perlu ambil tim appraisal dari swasta yang mahal, cukup dibentuk dari desa. Kades yang membentuk,” pungkasnya. (Ind)
Share this content:

