KTP Warga Beji Akhirnya Terbit Usai Viral: Camat Gercep, Dispendukcapil Bungkam

Pasuruan_lumbungberita.id

Pengurusan KTP di Kabupaten Pasuruan kembali jadi sorotan. Seorang warga akhirnya menerima KTP yang diurus sejak sebulan lalu, setelah persoalan itu viral dan ramai diberitakan media online.

Adalah Henry Sulfianto, warga Bangil, yang mengaku baru dihubungi aparat kecamatan pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB. Ia diberi tahu bahwa KTP milik anaknya yang sudah berusia 17 tahun akhirnya selesai dan bisa diambil di Kantor Kecamatan Beji.

“Setelah ramai diberitakan, tiba-tiba saya ditelepon Pak Camat Beji. KTP sudah jadi dan diminta segera diambil,” kata Henry. Selasa (3/2/26).

Henry pun menyindir keras kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, yang terlihat bergerak cepat justru pihak kecamatan, bukan instansi teknis yang berwenang mencetak KTP.

“Harusnya Dispendukcapil yang proaktif. Tapi yang gercep malah kecamatan. Lucu sekaligus ironis,” ujarnya.

Ia bahkan menilai pencetakan KTP tersebut baru dilakukan setelah ada tekanan dan sorotan publik. Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati KHM, disebut tak memberikan respons apa pun, meski sudah dihubungi berulang kali oleh awak media.

“Telepon tidak diangkat, pesan WhatsApp tak dibalas, didatangi ke kantor pun tidak ditemui. Padahal ini menyangkut pelayanan publik,” tegas Henry.

Henry menyebut sikap tersebut tidak pantas ditunjukkan oleh seorang pimpinan instansi pelayanan. Ia berharap persoalan ini menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, termasuk bagi Bupati.

Sebelumnya, Henry mengurus KTP untuk putrinya di UPT Dispendukcapil Kecamatan Beji pada awal Januari 2026. Namun hingga lebih dari satu bulan, dokumen tersebut tak kunjung selesai.

Awalnya, petugas menyampaikan alasan klasik: blangko KTP habis. Henry diminta menunggu dan akan dihubungi jika blangko tersedia. Namun saat kembali menanyakan perkembangan, ia justru diarahkan untuk mengecek sendiri ke kantor Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan di kawasan Raci, Bangil.

Di sana, Henry kembali dilempar ke Mall Pelayanan Publik. Setelah mengantre cukup lama, jawabannya tetap sama: KTP belum jadi.

Merasa dipingpong dan kecewa dengan pelayanan, Henry akhirnya pulang tanpa kejelasan—hingga persoalan itu mencuat ke publik dan berujung pada KTP yang “mendadak” selesai. 

Jurnalis: Lum-AJPB.

Share this content:

error: Content is protected !!