Bersama Erik dan Anis, Baret Laporkan AS terkait Penggelapan Mobil ke Polres Pasuruan
Pasuruan, Lumbung-Berita.com
Mobill Ayla diduga digelapkan AS, Lukito Wahyudi akhirnya menempuh jalur hukum. Bersama Erik dan Anis, Lukito Wahyudi mendatangi SPKT Polres Pasuruan untuk melaporkan AS. Senin (26/1/26).
Lukito Wahyudi warga Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, menempuh jalur hukum setelah mobil miliknya diduga digelapkan teman dekatnya sendiri (AS), warga Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Lukito Wahyudi atau biasa disapa Baret, melaporkan dugaan penggelapan satu unit mobil Daihatsu Ayla dengan Nomor Polisi (Nopol) W-1559-SB, yang sebelumnya dipinjam AS dengan alasan untuk keperluan kerja.
Kepada awak media, pria bertubuh kekar ini menjelaskan. Awalnya AS meminjam dengan alasan dibuat keperluan kerja. Namun, setelah lebih dari dua bulan, mobil tidak kunjung dikembalikan.
Bahkan, Baret sudah berupaya untuk menghubungi AS lewat telfon maupun mendatangi rumahnya, tapi tak membuahkan hasil.
“Awalnya saya percaya karena dia teman baik. Tapi setelah dua bulan saya butuh mobil, dihubungi tidak bisa dan ke rumahnya juga tidak ketemu,” ucap pemilik sasana Baret Fighter.
Merasa dirugikan, akhirnya korban (Baret) didampingi Akhmad Roziq (Erik) selaku Ketua LSM Trinusa DPC Pasuruan Raya, serta Dahniar Anisa dari YLBH Sakera, mengambil jalan untuk melaporkan AS ke SPKT Polres Pasuruan.
Laporan itu tercatat dengan nomor LPM/48/I/2026/SPKT POLRES PASURUAN. Akibat kejadian ini, Baret mengaku mengalami kerugian sekitar Rp85 juta.
Menurut Erik, pihaknya mendukung penuh langkah hukum yang ditempuh korban dan meminta aparat penegak hukum segera bertindak.
“Kami mendukung korban dan meminta APH segera menangkap terlapor. Kami akan memantau perkembangan kasus ini agar keadilan benar-benar ditegakkan,” ungkap Erik.
Hal senada di utarakan sapaan Anis, dirinya mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami berharap polisi segera mengambil langkah tegas dan profesional, dalam menangani dugaan penggelapan mobil ini,” harap Anis.
Saat ini, pelaku yang bersangkutan belum bisa dihubungi awak media. Hangga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari AS.
Jurnalis: SH.
Share this content:

