SK Masuk Bank Hingga Usia 60 Tahun, Kasun Krajan Capang Mengundurkan Diri
Pasuruan. lumbungberita.id
Sepak terjang Kepala Dusun Krajan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Nurul, dibilang lincah. Kurang lebih dari 25 korban yang kini harus menderita akibat ulah Kasun yang kini hilang dari peredaran. Kamis (15/1/26).
Selain warga, ternyata adapula pegawai Kecamatan Purwodadi yang jadi korban Nurul, dengan modus pinjam ke bank dan uang bagi dua, Nurul meraup uang ratusan jutaan rupiah.
“Namanya tertipu mas ya bingung kami mau cerita. Kami percaya ke NR karena dia perangkat desa. Sudah 1 tahun lebih uang saya gak di kembalikan,” ungkap salah satu pegawai Kecamatan Purwodadi yang namanya enggan di mediakan.
Senada dengan Pegawai Kecamatan Purwodadi, salah satu perangkat Desa Capang yang mewanti wanti namanya tidak di terbitkan, membenarkan kejadian tersebut di atas (Kasun bermasalah).
Menurutnya, saat ini yang bersangkutan sudah tidak tinggal di Desa Capang. Informasinya oknum Kasun ini tinggal di Kecamatan Karangploso.
“Banyak keluhan warga terkait Kasun Krajan, tapi orange sudah tidak tinggal di Capang alias menghilang,” ungkap perangkat desa.
Informasi didapat media ini dari warga sekitar, Surat Keterangan (SK) Kepala Dusun yang bermasalah ini, di masukkan ke Bank dengan jangka waktu usia 60 tahun. Sedangkan oknum Kasun ini masih baru menjabat.
“Regulasi soal SK masuk ke bank nunggu keterangan dari kades capang dan Camat Purwodadi,” urai warga Capang, KC.
Saat dikonfirmasi melalui nomor selulernya, Kepala Desa Capang, Yahya, membenarkan kalau salah satu Kasunnya bermasalah, saat ini yang bersangkutan mengundurkan diri per tanggal 6 Januari 2026.
Berikut beberapa nama korban dari oknum Kasun Krajan, Nurul:
1. ANL – Mekar + BTPN 8jt+ pribadi 2jt
2. SHN – Mekar 5jt
3. RH – Mekar 5jt + BTPN 3jt
4. LS – Mekar 4jt
5. M – Mekar – BTPN 10jt dan lainnya.
Modus penipuan yang dilakukan Kasun Krajan ini dengan mengajak warga meminjam uang ke bank dan membagi uangnya menjadi dua bagian. Namun, ketika waktunya membayar, Kasun Krajan ini menghilang dan tidak dapat dihubungi.
Jurnalis: Lum.
Share this content:

