Melestarikan Lingkungan, AQUA Keboncandi Tanam 2.000 Bibit di Lahan Kritis di Lumbang 

Pasuruan, lumbungberita.id  

PT. Tirta Investama Plant Keboncandi (AQUA Keboncandi) menggelar giat aksi menanam 2.000 bibit tanaman Konservasi, sekaligus validasi Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) tahun 2025, di daerah sumber air Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan dilakukan bersama mitra

pelaksana Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai(KMPS),

Untuk menargetkan rehabilitasi lahan kritis di recharge area wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso.

Penanaman tersebut di lahan  seluas 31.873 hektare di pasuruan, yaitu 16.204 hektar termasuk kritis dan 15.668 hektar dipetakan sangat kritis, yang dipicu alih fungsi lahan serta 72 izin tambang di DAS Rejoso,  yang meningkatkan risiko banjir berulang, erosi dan kekeringan di dua desa Lumbang. 

Hadir dalam acara 41 peserta dari tim AQUA Keboncandi, YEKA, Forum DAS Pasuruan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU SDA provinsi Jawa Timur, BPBD, UP TKPSDA, Cabang Dinas Kehutanan Jatim, Camat Lumbang, Kapolsek Lumbang, Danramil Lumbang ,Kepala Desa, serta KMPS lokal (Puncet, Galih, Petung).

Hari Wicaksono, Manajer SR-CSR AQUA Pasuruan menyampaikan, kalau kolaborasi ini krusial untuk keberlanjutan sumber daya air di tengah lahan kritis Lumbang.

“Salah satu misi AQUA adalah berkomitmen dalam program konservasi sumber daya air, untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam daripada yang digunakan,” katanya, Rabu (24/12/25). 

Ahmad Zainul Arifin selaku Sekretaris Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (FORDAS), Kabupaten Pasuruan,

menegaskan bahwasanya validasi PJLH bukti capaian nyata mitigasi DAS Rejoso.

Tidak ketnggalan perwakilan dari Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan apresiasi sepenuhnya kepada AQUA Keboncandi. 

“Aqua sudah melakukan menjaga dan melestarikan lingkungan, dengan melakukan penanaman 2.000 bibit, 500 rorak dan 5 unit sumur resapan,” tegas Sriyanto.

Direktur YEKA juga mengatakan Program ini akan menghasilkan antara lain konservasi air hingga 72.000 m3/tahun dari 2.000 pohon (36 m3/pohon), serapan CO2 72 ton/tahun, mitigasi banjir/longsor kurangi debit puncak 20-30%dan erosi 71-94%.

Sedangkan  500 rorak, 5 Sumur resapan akan meningkatan ekonomi berkelanjutan melalui fasilitasi usaha KMPS (kompos & peternakan ayam) plus PJLH 10 Ha, termasuk perawatan 20 SR di tiga desa.

Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dilanjutkan dengan sambutan ceremonial tanam bibit. Kegiatan berjalan lancar dan banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat. 

Jurnalis : SA.

Share this content:

error: Content is protected !!