Peduli Dampak Karhutla Arjuno, Cargill Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Jatiarjo

Pasuruan_lumbungberita.id
Kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno ditunjukkan PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill). Perusahaan tersebut menyalurkan bantuan 20.000 liter air bersih untuk warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/10/2026).

Bantuan ini diberikan menyusul kerusakan jaringan pipa air bersih akibat karhutla yang turut mengganggu pasokan air ke rumah warga. Sedikitnya lima rukun tetangga (RT) di Desa Jatiarjo terdampak gangguan tersebut.

Dampaknya, warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari minum dan memasak hingga menjaga kebersihan serta sanitasi. Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan mendesak masyarakat selama proses penanganan kerusakan jaringan pipa berlangsung.

CSR Coordinator PT Sorini Agro Asia Corporindo–Cargill Pandaan Plant, Esti Kukuh Perbawati mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan air harian warga.

“Ketika kebakaran berdampak pada jaringan air bersih, kebutuhan masyarakat perlu segera diperhatikan. Kami berharap bantuan ini membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama penanganan gangguan berlangsung,” ujarnya.

Esti menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Dusun Tegal Kidul, Desa Jatiarjo, Sholeh, menyampaikan bahwa bantuan 20.000 liter air bersih tersebut sangat membantu warga di lima RT yang terdampak.

“Kerusakan pipa air akibat kebakaran berdampak pada kebutuhan warga. Kami berharap perbaikan jaringan pipa segera dilakukan agar pasokan air ke rumah warga kembali normal,” kata Sholeh.

Direktur Eksekutif Cempaka Foundation, Sarifudin Lathif, menilai bantuan air bersih merupakan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat. Namun, menurutnya, pemulihan layanan air secara berkelanjutan tetap bergantung pada perbaikan jaringan pipa yang rusak.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk memeriksa tingkat kerusakan serta menentukan langkah perbaikan yang tepat. Dengan demikian, warga tidak terus bergantung pada pasokan air sementara.

“Dampak karhutla luar biasa. Bisa mengganggu infrastruktur dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, perlindungan kawasan hulu dan pencegahan kebakaran berulang perlu menjadi perhatian agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Share this content:

error: Content is protected !!