Dari yang Muda untuk Warga: Gesang PT. Rapid Plast Gelar Seminar Transformasi Sampah di Lemahbang

PASURUAN, lumbungberita.id

Gemi Sampah Palang (Gesang) berkolaborasi dengan PT. Rapid Plast Indonesia menggelar seminar bertajuk “Transformasi Sampah Plastik Menjadi Sarana Edukasi dan Fasilitas Publik” Minggu (20/9/26).

Kegiatan seminar Gesang dengan PT. Rapid Plast berlangsung di Kafe Madukara, Dusun Mojolengko, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam seminar, Perangkat Desa Lemahbang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Forum Komunikasi Peduli Lingkungan Hidup (FKPL), Tim Rapid Plast, nasabah Gesang, Kepala Sekolah TK, SD dan SMK se-Desa Lemahbang, Karang Taruna Saloka Lemahbang serta Karang Taruna Bina Taruna Palang (Bintang).

Gesang sendiri merupakan lembaga yang dibentuk oleh Genta Nur Baharudin Saputra, pemuda asal Dusun Palang, Desa Lemahbang, yang memulai gerakan peduli sampah sejak  2020.

Berawal dari keresahannya melihat tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Palang, Genta berinisiatif mengajak warga memilah sampah dari rumah. Namun ia berpikir, jika hanya memilah, warga tidak merasakan manfaat secara langsung.

“Makanya saat itu saya kepikiran untuk membuat tabungan dari sampah, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung sama orang-orang mas,” tutur Genta Nur Baharudin Saputra.

Kolaborasi dengan PT. Rapid Plast Indonesia terjalin melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). Kebetulan lokasi perusahaan juga berada di Dusun Palang, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Perwakilan PT. Rapid Plast, Novita, menjelaskan sinergi kegiatan ini dengan perusahaannya. Kegiatan ini, menurutnya, cukup bersinergi dengan perusahaan.

“Sangat bersinergi karena perusahaan kami memproduksi plastik dalam bentuk kemasan, sehingga hasil produk kami bisa diolah dan dimanfaatkan kembali yang mungkin bisa bernilai jual,” ujar Novita.

Seminar menghadirkan narasumber Thoriqul Hidayat dan moderator Nurul Afifah dari FKPL Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya materi, peserta juga diajak praktik langsung pembuatan ecobrick.

Peserta diminta membuat perbandingan ecobrick yang dicacah dengan yang dibiarkan utuh. Antusiasme terlihat saat peserta aktif mencoba dan bertanya tentang pemasaran serta program jangka panjang.

“Selama ini saya hanya membaca tentang ecobrick, tetapi baru kali ini saya benar-benar melihat langsung wujudnya dan merasakan pembuatannya,” kata Apri Astutik, perwakilan SMK Anwarul Maliki.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya lingkungan yang bersih, tapi juga bernilai ekonomi. (RVP-Red).

Share this content:

error: Content is protected !!