Randupitu Jadi Inspirasi, BNN Apresiasi Gerakan Desa Lawan Narkoba
Pasuruan_lumbungberita.id
Mencegah penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dengan penindakan. Lebih dari itu. Dibutuhkan kepedulian, pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor agar semangat melawan narkoba tumbuh dari lingkungan paling bawah.
Semangat itulah yang terlihat di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol. Melalui berbagai inovasi dan pemberdayaan masyarakat, Pemdes Randupitu dinilai berhasil mengambil peran dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari BNN RI dan BNN Kabupaten Pasuruan saat melakukan kunjungan sekaligus monitoring ke Desa Randupitu, Selasa (28/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat langsung aktivitas TPS 3R Pempes. Bagi BNN, keberadaan KSM Pempes menjadi salah satu contoh bahwa pemberdayaan masyarakat bisa menjadi bagian menciptakan lingkungan yang sehat dan positif.
Plt. Inspektur II Inspektorat Utama (Ittama) BNN RI, Ari Lispriyanto, menilai Pemerintah Desa Randupitu telah menunjukkan kontribusi yang cukup besar dalam mendukung pelaksanaan P4GN. Salah satunya melalui pembentukan kader-kader yang ikut membantu menyukseskan program tersebut.
“Kami apresiasi hasil kerja keras Pak Kades dan perangkatnya yang berkontribusi cukup besar dalam P4GN. Salah satunya adalah menciptakan kader-kader yang membantu pelaksanaan program P4GN tersebut,” ujar Ari.
Yang menarik, gerakan tersebut tidak berhenti pada pemberdayaan masyarakat. Pemdes Randupitu juga membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk kalangan akademisi dari Universitas Negeri Malang yang tengah melaksanakan program BBM (Belajar Bersama Masyarakat).
Bagi Ari, kolaborasi semacam ini menjadi kekuatan penting dalam P4GN. Sebab, upaya mencegah narkoba bukan hanya menjadi tugas BNN, tetapi juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Ini sangat menarik. Karena P4GN tak lepas dari kolaborasi. Dalam hal ini Pak Kades sudah berkolaborasi dengan mahasiswa,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki. Ia menyebut Kepala Desa Randupitu sebagai sosok yang energik dan inovatif dalam menggerakkan masyarakat.
Menurutnya, ketika masyarakat memiliki aktivitas yang produktif dan lingkungan yang positif, secara tidak langsung hal tersebut turut membantu menekan potensi penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, BNN Kabupaten Pasuruan membuka peluang untuk memperkuat kerja sama dengan Pemdes Randupitu, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika.
“Ke depannya, kami akan lebih banyak bekerja sama dalam rangka penanganan penyalahgunaan narkotika di Randupitu,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengacungi jempol kolaborasi Pemdes Randupitu dengan mahasiswa. Kolaborasi ini, sambungnya, telah menghasilkan sebuah karya yang dinilai penting untuk edukasi masyarakat. Yakni buku panduan bahaya narkotika untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA.
“Ini juga salah satu sarana untuk mengenalkan bahaya narkotika sejak dini sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” bebernya.
Masduki berharap semangat yang tumbuh di Randupitu tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Pasuruan.
“Edukasi dan semangat seperti ini perlu ditingkatkan dan ditiru oleh kepala desa yang lainnya. Dari Randupitu untuk Pasuruan, dan dari Pasuruan untuk Indonesia,” pungkasnya.
Semangat tersebut rasanya selaras dengan jargon BNN Kabupaten Pasuruan dalam memerangi narkoba: “Pasuruan Sakera, Sak Lawase Emoh karo Narkoba.” Sebuah pesan sederhana yang begitu kuat. Sebuah pesan yang menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba dapat dimulai dari desa, masyarakat, dan kepedulian bersama. (Ind)
Share this content:

