Mirip Dakon, Batu Diduga Cagar Budaya Muncul Kembali di Wonosari Gempol
Pasuruan_lumbungberita.id
Sebuah batu yang diduga merupakan peninggalan cagar budaya menyerupai dakon muncul kembali di Dusun Karangan, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/7/2026).
Batu yang selama ini tertimbun tanah sawah itu berhasil ditemukan kembali setelah dilakukan pencarian dan penggalian oleh pegiat sejarah bersama warga.
Batu tersebut berupa bongkahan batu alam berukuran cukup besar dengan bentuk cenderung membulat hingga oval.
Bagian atasnya relatif datar, sementara permukaannya dipenuhi puluhan cekungan berbentuk bulat yang tersusun dalam pola tertentu dengan ukuran relatif seragam.
Penemu lokasi batu itu adalah pegiat sejarah asal Kecamatan Gempol, Syafi’i. Ia mengatakan, keberadaan batu tersebut diketahui setelah mendapat informasi dari warga yang pernah melihatnya puluhan tahun silam.
“Ada yang cerita bahwa ada batu mirip dakon. Hanya saja lokasinya lupa karena kejadiannya sudah lama, puluhan tahun yang lalu. Setelah itu saya cari mulai kemarin. Alhamdulillah ketemu hari ini,” ungkap Syafi’i.
Menurutnya, saat ditemukan, hanya sekitar seperempat bagian batu yang terlihat di permukaan karena sebagian besar masih tertimbun tanah sawah. Setelah dilakukan penggalian bersama warga, bentuk batu pun tampak lebih utuh.
“Waktu ditemukan hanya terlihat seperempatnya saja. Kemudian digali bareng-bareng sampai nampak bentuk dakonnya,” tuturnya.
Proses pembersihan batu tersebut turut disaksikan Kepala Desa Wonosari, Damanhuri. Ia menyebut batu itu memiliki keunikan karena terdapat sekitar 81 cekungan pada permukaannya.
“Batu ini unik. Ada lubang jumlahnya 81. Dilihat dari sudut pandang vertikal maupun horizontal sama saja. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi warga Desa Wonosari,” jelas Damanhuri.
Sementara itu, Koordinator Juru Pelihara (Jupel) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Astono, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan temuan tersebut dengan melakukan survei lapangan.
“Terima kasih informasinya. Akan saya lanjutkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan agar dilakukan survei terlebih dahulu terhadap keberadaan objek diduga cagar budaya tersebut,” pungkasnya. (Ind)
Share this content:

