AJI JIWO Resmi Berdiri, Yayasan Rehabilitasi Narkoba Pertama di Pasuruan

Pasuruan_lumbungberita.id
Kabupaten Pasuruan kini memiliki yayasan rehabilitasi narkoba yang siap memberikan layanan pemulihan bagi penyalahguna dan pecandu narkotika. Namanya AJI JIWO. Yayasan ini resmi berdiri di Jalan Tejosari RT 004 RW 004, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari.

Yayasan tersebut telah mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM RI serta izin operasional dari Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan pada tahun ini.

Ketua Dewan Pembina Yayasan AJI JIWO, Sueb Efendi, mengatakan pendirian yayasan merupakan bentuk kepedulian terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, selain melakukan upaya pencegahan melalui penyuluhan P4GN, pihaknya juga menghadirkan layanan rehabilitasi bagi para pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

“Ini merupakan wujud keseriusan kami dalam mendukung penanganan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pasuruan. Rehabilitasi merupakan amanat Undang-Undang, yang mengatur bahwa pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis maupun sosial,” ujar Sueb.

Ia menjelaskan, Yayasan AJI JIWO dipimpin oleh M. Faisal dengan dukungan tenaga profesional adiksi yang telah memiliki sertifikasi kompetensi. Selain itu, program rehabilitasi juga didukung tenaga medis dan konselor berpengalaman.

Fasilitas yang tersedia meliputi ruang tamu, musala, ruang kelas, ruang dokter, ruang detoksifikasi, ruang makan, area olahraga, hingga sarana vokasional.

Pihaknya juga menyiapkan kolam lele dan kandang ayam sebagai bagian dari program pemberdayaan pascarehabilitasi. Selain itu, sambungnya, yayasan dapat menampung 25 klien laki-laki dan 5 klien perempuan.

Sueb berharap keberadaan AJI JIWO dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan maupun Jawa Timur dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan bebas narkoba.

“Kami berharap yayasan ini bisa menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 serta Jawa Timur Bersinar atau Bersih Narkoba,” katanya.

Yayasan AJI JIWO mengusung slogan “Aji Tanpo Jiwo, Koyo Kembang Tanpo Wangi”, yang dimaknai sebagai pesan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik maupun materi, tetapi juga kekuatan jiwa, moral, dan spiritual.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan, Masduki berharap Yayasan AJI JIWO dapat menjadi mitra strategis dalam penanganan penyalahgunaan narkotika.

“Semoga menjadi mitra yang handal bagi BNN dalam merehabilitasi pecandu narkotika sehingga dapat pulih dan produktif kembali,” ujarnya. (Ms)

Share this content: