Prasasti Kuno di Masjid Damarjati Purwosari Jadi Objek Riset BRIN dan EFEO

Pasuruan_lumbungberita.id
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama École française d’Extrême-Orient (EFEO) kembali melakukan pendataan situs sejarah dan prasasti kuno di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama kedua lembaga dalam menginventarisasi tinggalan epigrafi peninggalan masa Hindu-Buddha yang diperkirakan berasal dari abad ke-5 hingga ke-15.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah prasasti yang berada di area Masjid Jami’ Damarjati, Dusun Krajan, Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (3/7/2026).

Tim peneliti dari BRIN terdiri atas Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Dr. Titi Surti Nastiti, Amik, dan Moko. Sementara dari EFEO hadir Arlo Griffiths, Eko, dan Garin. Mereka didampingi langsung oleh Anggota Takmir Masjid Jami’ Damarjati.

Dalam kesempatan ini, Dr. Titi menjelaskan bahwa pendataan yang dilakukan tidak hanya sebatas dokumentasi. Tim juga menerapkan metode fotogrametri, yakni teknik pemindaian citra berpresisi tinggi untuk merekam detail aksara, tekstur, hingga struktur prasasti sehingga dapat dianalisis secara lebih mendalam.

“Hasil dokumentasi ini nantinya akan menjadi bagian dari inventaris digital prasasti Nusantara kuno sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian dan pelestarian,” ujarnya.

Seluruh data yang diperoleh selanjutnya akan diunggah ke platform Inventaris Daring Epigrafi Nusantara Kuno (idenk.net), yang dikembangkan dan disunting bersama oleh Dr. Titi Surti Nastiti dan Prof. Dr. Arlo.

Ia melanjutkan, kolaborasi antara BRIN dan EFEO diharapkan dapat memperkaya basis data epigrafi Indonesia sekaligus mendukung upaya pelestarian benda cagar budaya melalui dokumentasi digital yang akurat dan berkelanjutan.

Di akhir kunjungan, Dr. Titi juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan prasasti yang telah berada di lingkungan Masjid Jami’ Damarjati selama bertahun-tahun, bahkan diperkirakan telah berada di lokasi tersebut sejak beberapa abad silam.

“Kami berharap takmir masjid dapat terus menjaga dan merawat prasasti ini dengan baik. Keberadaannya merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi, sehingga kelestariannya harus dijaga bersama,” kata Dr. Titi. (Ms)

Share this content: