Polemik Taman Safari–Koperasi Kian Meruncing, Nama Pemkab Pasuruan Ikut Terseret

Pasuruan_lumbungberita.id
Polemik pengurangan pasokan yang dialami Koperasi Sumber Makmur, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, di lingkungan Taman Safari Indonesia II (TSI II) Prigen makin meruncing.

Yang terbaru, koperasi menyoroti munculnya nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dalam penjelasan yang mereka terima dari pihak manajemen TSI II.

Pengurus Koperasi Sumber Makmur, Baidowi mengaku sempat memperoleh penjelasan dari perwakilan managemen Yosi dan Krisna bahwa vendor baru berasal dari Pemkab.

“Katanya, managemen gak kuasa menolak karena dari Pemkab. Managemen takut bakal dipersulit saat mengurus perizinan di kemudian hari,” ungkapnya.

Alasan lainnya, pemkab menginginkan pemberdayaan masyarakat. Namun, alasan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengurus koperasi.

Pasalnya, selama ini koperasi yang beranggotakan ratusan warga Jatiarjo itu juga menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat. Khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang hasilnya diserap untuk kebutuhan operasional TSI II.

“Kalau alasannya pemberdayaan, kami ini juga memberdayakan masyarakat. Anggota kami ratusan orang dan selama ini hidup dari kegiatan koperasi. Ini beneran dari pemkab atau cuma alasan saja,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Koperasi Sumber Makmur, Suharno. Menurutnya, keterangan pihak managemen terkesan mengada-ada. Sebelum alasan dari Pemkab, pihaknya juga mendengar bahwa vendor baru ditentukan oleh kantor pusat.

“Awalnya alasan yang disampaikan vendor itu dari HO atau pusat. Setelah kami coba telusuri ke pusat, ternyata mereka (pusat) tidak mengurusi sampai sedetail itu. Setelah itu muncul lagi alasan bahwa supplier tersebut dari Kabupaten karena ada program pemberdayaan,” jelasnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, pihak koperasi mengaku sempat berkomunikasi dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

“Bapak Dewan menjelaskan bahwa tidak ada kebijakan pemda yang berkaitan dengan tekanan perizinan maupun keharusan memasukkan vendor tertentu ke lingkungan TSI II,” ulasnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menegaskan Pemda tak ada kepentingan terkait vendor.

“Pemda tidak ada kepentingan suplai melalui vendor,” tegasnya ketika dihubungi Lumbung Berita pada Jumat pagi (12/6/2026).

Sementara itu, HRD TSI II, Yosi memilih bersikap normatif. Pihaknya akan memberikan penjelasan lebih jauh setelah ada pertemuan dan proses klarifikasi secara resmi.

Ia mengisyaratkan bahwa keterangan yang lebih lengkap nantinya akan disampaikan oleh manajemen agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman

“Terkait hal ini akan di sampaikan oleh managemen jika sudah ada pertemuan dan klarifikasi supaya tdk ada kesalahpahaman,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan pengurangan alokasi pasokan oleh Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen memicu kegelisahan ratusan anggota Koperasi Sumber Makmur, Desa Jatiarjo.

Setelah hampir tiga dekade menjadi mitra penyedia kebutuhan operasional TSI II, kini porsi pasokan koperasi disebut tinggal sekitar 30 persen saja. Alasan pengurangan karena muncul vendor baru. (Ind)

Share this content: