18 Perusahaan Dikumpulkan, Pemdes Kepulungan Siapkan Gerakan Bersama Atasi Sampah

Pasuruan_lumbungberita.id
Sebanyak 18 perusahaan yang beroperasi di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dikumpulkan dalam sebuah forum diskusi yang digelar Pemerintah Desa Kepulungan, Rabu (10/6/2026).

Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan gerakan bersama dalam mengatasi persoalan sampah yang kini menjadi salah satu tantangan utama di wilayah tersebut.

Forum yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Wujudkan Kolaborasi Antar Pihak Bagi Perubahan Sosial dan Lingkungan” itu berlangsung di Balai Desa Kepulungan.

Selain kalangan industri, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, karang taruna, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Persoalan sampah menjadi isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam diskusi. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pasuruan, Eko Widiatmo, bahkan menyebut sampah sebagai masalah terbesar yang harus segera ditangani secara serius oleh seluruh pihak.

“Masalah terbesar yang kita hadapi sekarang adalah sampah. Karena itu penanganannya harus sesuai aturan. Jangan sampai salah dalam pengelolaan karena dampaknya bisa sangat berbahaya bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Eko, penyelesaian persoalan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk dunia usaha yang selama ini beroperasi di wilayah desa. Karena itu, ia mendukung langkah Pemerintah Desa Kepulungan yang berupaya membangun pola kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

“Yang penting bagaimana kerja sama itu berdampak bagi masyarakat tanpa membebani perusahaan. Kemitraan harus dibangun secara sehat dan saling menguntungkan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan pada prinsipnya siap mendukung berbagai program pembangunan desa. Namun, dukungan tersebut harus didasarkan pada kebutuhan yang jelas dan program yang telah direncanakan secara matang.

“Perusahaan membutuhkan arah yang jelas. Karena itu desa harus menyiapkan program terlebih dahulu, mulai dari tingkat dusun hingga desa secara keseluruhan. Karang taruna juga harus dilibatkan agar tidak muncul kesalahpahaman maupun gesekan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, mengatakan forum tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan visi seluruh pihak dalam menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, selama ini berbagai program sosial perusahaan masih berjalan secara terpisah sehingga manfaatnya belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan desa.

“Yang ingin kita bangun adalah sinergi yang terarah. Desa harus memiliki program yang jelas sehingga bantuan dan program perusahaan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan sampai dasar programnya tidak tepat karena akan menjadi beban bersama di kemudian hari,” ujar Didik.

Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nurkholis, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah sejak awal.

“Pemilahan sampah harus dimulai dari rumah. Sebenarnya konsep ini sudah lama ada, regulasinya juga sudah tersedia. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana implementasinya dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Nurkholis menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Kita menunggu bentuk konkret kolaborasi dari perusahaan dalam pengelolaan sampah. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat agar persoalan ini bisa diselesaikan bersama,” tegasnya. (Ind)

Share this content:

error: Content is protected !!