Bupati Rusdi Sutejo Gulirkan Ribuan Sambungan Air Bersih Gratis di 21 Desa
Pasuruan_lumbungberita.id
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menggulirkan program bantuan 2.172 Sambungan Rumah (SR) air bersih gratis bagi masyarakat di 21 desa rawan krisis air di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2026.
Program tersebut disiapkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar air bersih untuk memasak, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program tersebut, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari identifikasi hingga pendataan desa-desa yang selama ini mengalami kesulitan air bersih.
Plt Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Susanti Adi Peni, mengatakan program tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Pasuruan agar penanganan krisis air bersih dapat berjalan tepat sasaran.
“Pada tahun 2026 ini, sesuai arahan Bapak Bupati Pasuruan akan digulirkan 2.172 SR yang tersebar di 21 desa rawan air bersih,” jelas Susanti Adi Peni, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, program sambungan air bersih gratis menjadi langkah konkret Pemkab Pasuruan dalam menjawab persoalan krisis air bersih yang hampir setiap tahun dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Pasuruan telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Adapun sebaran pembangunan sambungan rumah air bersih dilakukan di sejumlah desa yang selama ini mengalami kesulitan air. Di Kecamatan Lumbang misalnya, Desa Watu Lombong mendapat 863 sambungan rumah dan Desa Bulukandang sebanyak 236 sambungan.
Selain itu, program serupa juga akan dilaksanakan di Desa Kenep Kecamatan Beji, Desa Podokoyo Kecamatan Tosari, Desa Sibon dan Desa Kedawung Kecamatan Puspo, Desa Klorokan Kecamatan Kejayan, hingga Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi.
Tak hanya fokus pada penyediaan air bersih untuk masyarakat, Bupati Rusdi Sutejo juga memberikan perhatian pada pembangunan sanitasi komunal dan MCK gratis di sejumlah pondok pesantren.
Bantuan sanitasi tersebut di antaranya diberikan kepada Pondok Pesantren Annajah Podokaton Gondangwetan serta Pondok Pesantren Darul Ulum Karang Pandan Rejoso.
Sementara itu, terkait dukungan pasokan air baku untuk program sambungan rumah tersebut, Susanti menjelaskan sumber air nantinya berasal dari beberapa titik.
“Mulai dari mata air, sumur bor, hingga dukungan distribusi dari PDAM Giri Nawa Tirta,” pungkasnya. (Ind)
Share this content:

