Satbinmas Polres Pasuruan Rangkul Korwil Aremania Jalur Bromo Jelang Big Match Arema VS Persebaya

Pasuruan. lumbungberita.id

Jelang laga sepak bola antara Arema FC (Aremania) dengan Persebaya Surabaya (Bonek), Satbinmas Polres Pasuruan koordinasi serta pembinaan kepada Supporter Aremania jalur Bromo di Polsek Purwodadi, Selasa (7/4/26).

Satuan Binmas (Satbinmas) Polres Pasuruan menggelar koordinasi dan pembinaan bersama para koordinator wilayah (korwil) suporter Aremania Jalur Bromo, sebagai langkah mitigasi guna menjaga keamanan dan ketertiban menjelang laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. 

Koordinasi dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, bersama Kapolsek Purwodadi AKP Mochammad Yusuf dan dihadiri sejumlah korwil suporter, diantaranya perwakilan Aremania Nongkojajar, Gerbo Fanatif, Zona Terong hingga Aremania Jalur Bromo.

Dalam pertemuan, kepolisian mendorong seluruh elemen suporter untuk bersatu dalam satu wadah komunikasi resmi guna memudahkan koordinasi dengan aparat keamanan.

“Kami mengimbau agar seluruh korwil bisa masuk dalam satu wadah, yakni Aremania Jalur Bromo, sehingga komunikasi dengan pihak keamanan lebih mudah dan terarah,” kata AKP Sunarti.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyoroti maraknya provokasi melalui media sosial yang kerap memicu konflik antar suporter, termasuk ajakan tawuran di lokasi tertentu.

“Media sosial sering dijadikan sarana provokasi. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar tidak terjadi bentrokan yang merugikan semua pihak,” tegasnya.

Mangan KBO Reskrim ini juga mengungkapkan bahwa, konflik di tingkat akar rumput tidak sepenuhnya terjadi antara suporter utama, melainkan kerap dipicu oleh kelompok atau sekutu suporter tertentu.

“Pada dasarnya akar rumput Aremania dan Bonek tidak selalu bermasalah. Namun ada kelompok tertentu yang mengatasnamakan suporter dan justru memicu konflik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, polisi juga memberikan sejumlah imbauan, di antaranya larangan mengonsumsi minuman keras dan narkoba saat menonton pertandingan, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta tidak mudah terprovokasi oleh kelompok lain, termasuk potensi gesekan dengan komunitas pencak silat.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami berharap seluruh elemen suporter dapat menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ungkapnya singkat.

Kegiatan koordinasi dan pembinaan tersebut berlangsung tertib, lancar dan dalam situasi aman terkendali.

Jurnalis: Lum.

Share this content:

error: Content is protected !!