Pelukan, Doa, dan Air Mata di Santunan Anak Yatim Bu Yani Kejapanan
Pasuruan_lumbungberita.id
Sebanyak 65 anak yatim dan 20 janda dhuafa menerima santunan dalam kegiatan berbagi yang digelar di kediaman Suprastiyono, Dusun Besuki, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat sekaligus dermawan, Bunda Yani dan Ayah Pras.
Santunan yang rutin digelar setiap tahun tersebut mengusung tema “Saling Berbagi di Bulan yang Penuh Berkah.” Para penerima santunan mendapatkan bantuan berupa uang tunai serta bingkisan parcel sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan.
Suasana haru terasa saat proses penyerahan santunan. Bunda Yani yang memiliki nama lengkap Sutiyani tampak tak kuasa menahan air mata. Ia terlihat mengelus kepala anak-anak yatim satu per satu sambil menyerahkan bingkisan, seraya menitikkan air mata haru.
Perempuan yang juga dikenal sebagai pemilik Radio Idola FM dan Sanggar Senam Idola itu mengaku kegiatan santunan tersebut telah ia jalankan sejak tahun 2012 dan terus diupayakan berlangsung secara rutin setiap tahun.

“Alhamdulillah, kegiatan santunan ini pertama kali kami adakan pada tahun 2012. Sampai sekarang kami terus berusaha rutin melaksanakannya. Bahkan pernah juga mengadakan kegiatan di luar kota, seperti tahun kemarin,” ujar Sutiyani.
Pada tahun ini jumlah penerima santunan memang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Menurut Sutiyani, hal itu karena kondisi kesehatannya yang sempat menurun dalam beberapa waktu terakhir.
“Tahun ini kami mengundang 65 anak yatim dan 20 janda dhuafa. Memang lebih sedikit dari tahun kemarin, karena beberapa minggu ini saya masih sakit sehingga tidak bisa mempersiapkan semaksimal tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Usai kegiatan santunan, para hadirin kemudian mengikuti pembacaan diba’ sambil menunggu waktu berbuka puasa bersama. Kegiatan tersebut menambah suasana religius dan kebersamaan di antara para peserta yang hadir.
“Jujur saya sangat terenyuh karena tidak bisa menyantuni sebanyak dulu. Semoga di tahun depan kami dapat mengundang anak yatim dan janda dhuafa lebih banyak lagi,” pungkasnya.(Ind)
Share this content:

