Penuhi Tuntutan Warga, Polemik Debu PT Focon Surya Resmi Tuntas
Pasuruan_lumbungberita.id
Polemik antara warga Dusun/Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dengan perusahaan PT Focon Surya Mortar akhirnya selesai.
Tuntasnya polemik ini usai belasan warga terdampak melakukan mediasi dengan perwakilan perusahaan di Balai Desa Carat, Minggu (18/1/2026).
Mediasi dihadiri Kades Carat, Kanit Intel Polsek Gempol, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Carat.
Pertemuan hari ini adalah mediasi kedua, setelah kemarin (17/1) warga mendatangi perusahaan dan meminta menghentikan aktivitas produksi imbas polusi debu.
Dalam mediasi yang digelar secara lesehan itu, ada 4 tuntutan warga. Pertama, perusahaan harus melakukan pembenahan kebocoran teknis untuk menanggulangi dampak lingkungan (debu) dan menjamin tidak akan mengulangi kejadian serupa.
Kedua, warga terdampak debu meminta kompensasi terkait dampak lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini. Ketiga, perusahaan memberikan kontribusi tiap tahun kepada dusun dan dua RT terdampak.
Terakhir, kesejahteraan dan kesehatan warga terdampak wajib diperhatikan oleh perusahaan.
“Tuntutan ini atas kesepakatan warga yang merasakan dampak debu mulai 2024. Terkait kontribusi, bukan berarti perusahaan akan seenaknya membuang debu. Kalau debu kumat lagi, wajib berhenti dulu,” terang Dedik, Ketua RT01 Dusun Carat.
Sementara itu, perwakilan PT Focon Surya Mortar bagian operasional, Tedy, mengatakan pihaknya bersedia menghentikan aktivitas produksi sampai permasalahan debu teratasi.
“Akan kami cek lagi dengan tim teknis, bagian mana yang menyebabkan sumber debu ini. Kami berkomitmen tidak akan beroperasi sampai ketemu penyebabnya dan memperbaikinya,” tegasnya.
Usai mediasi, Kades Carat Fatoni mengonfirmasi bahwa tuntutan warga disetujui oleh perusahaan. Tuntutan ini juga sudah tertulis, tertandatangani dan dimiliki oleh kedua pihak.
“Sudah disetujui. Tapi kami memegang komitmen perusahaan untuk tidak beraktivitas selama penyebab debu belum teratasi,” jelasnya.
Sebagai informasi, puluhan warga Carat mendatangi perusahaan PT Focon Surya Mortar dan meminta perusahaan menghentikan aktivitas produksi, Sabtu (16/1).
Warga mengeluhkan debu dari perusahaan produsen semen tersebut. Mayoritas mengaku harus menyapu rumahnya tiap jam. Sebagian lagi menderita gangguan pernapasan dan sakit mata. (Ind)
Share this content:

