{"id":703,"date":"2025-08-12T13:47:08","date_gmt":"2025-08-12T13:47:08","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=703"},"modified":"2025-08-12T13:47:14","modified_gmt":"2025-08-12T13:47:14","slug":"bus-jarang-masuk-terminal-pandaan-calon-penumpang-keleleran-sampai-jamuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2025\/08\/12\/bus-jarang-masuk-terminal-pandaan-calon-penumpang-keleleran-sampai-jamuran\/","title":{"rendered":"Bus Jarang Masuk Terminal Pandaan, Calon Penumpang Keleleran Sampai &#8220;Jamuran&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p>Pasuruan_lumbungberita.id<br>Sejumlah calon penumpang bus menuju Malang dan Surabaya terpantau keleleran di Terminal Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12\/8\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini sudah jamak terjadi tiap hari. Tak jarang penumpang harus menunggu hingga 2 jam lamanya. Seperti yang dialami Fatoni. Pria asal Kepulungan ini sampai bosan menunggu bus.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sudah dua jam saya disini. Sampai &#8216;jamuran&#8217; rasanya. Padahal saya keburu-buru. Tahu gitu saya nge-grab saja,&#8221; ujar pria berbadan gempal ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak jauh beda dengan Fatoni, calon penumpang jurusan Surabaya yang lain, Anis, juga mengeluhkan masalah yang sama: Lama menunggu kedatangan bus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejatinya, kondisi ini sudah ia ketahui sejak 2 tahun lalu. Namun, ia tak menyangka sepinya bus di terminal terus terjadi hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;2 tahun lalu kondisi sudah begini. Hari ini kebetulan saya ada urusan di Lamongan, saya coba-coba naik bus. Ternyata kondisinya masih sama. Lama sekali busnya datang,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepinya bus diakui oleh Pengawas pelayanan Terminal Tipe A (Wassatpel TTA) Pandaan, Maria Margareta. Menurut perempuan dengan panggilan akrab Maria itu, kondisi sepi ini sudah terjadi setelah pandemi Covid-19.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum Covid, sambungnya, volume kendaraan di terminal yang terletak di Kelurahan Petungasri ini berkisar 100 bus. Setelah Covid, angka ini turun drastis: \u00b115 bus tiap hari!<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sebelum covid, sekitar 100 bus yang rutin keluar masuk terminal. Pasca covid, rata-rata hanya 15 sampai 20 bus,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"625\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1002091166-1024x625.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-704\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1002091166-1024x625.jpg 1024w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1002091166-300x183.jpg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1002091166-768x469.jpg 768w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1002091166.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berbagai upaya ia lakukan untuk meramaikan kedatangan bus. Mulai dari berkoordinasi dengan petugas terminal Malang sampai menelpon satu persatu sopir bus untuk masuk ke terminal.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sering kami menelpon kru bus atau petugas terminal Malang, Sayangnya upaya kami tak membuahkan hasil. Bus yang masuk ke sini masih minim,&#8221; paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Maria melanjutkan, awak bus jurusan Surabaya lebih memilih masuk tol via gerbang Taman Dayu Pandaan. Begitu juga sebaliknya, bus yang menuju Malang lebih memilih keluar di pintu tol Taman Dayu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Banyak yang memilih masuk ataupun keluar di pintu tol Taman Dayu. Jadinya sekarang, bus ke Malang paling akhir pukul 15.00-16.00 WIB. Sedangkan yang ke Surabaya pukul 18.00,&#8221; paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau sudah tahu masalahnya, mengapa tidak diambil tindakan? Maria menjelaskan bahwa penertiban trayek bus bukan wewenangnya. Melainkan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Camat Pandaan Timbul Wijoyo ikut gerah melihat lamanya waktu tunggu calon penumpang. Meski urusan trayek bus bukan wewenangnya, tapi ia menegaskan punya kepentingan dengan keberadaan terminal.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kalau bus gak masuk terminal, lama-lama calon penumpang juga malas nunggu di terminal. Dampak lebih luas, pedagang pun ikut pindah. Mau jadi apa terminal kalau terus-terusan begini,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mantan Plt. Camat Gempol itu sampai geleng-geleng kepala melihat raut wajah calon penumpang yang nano-nano karena bosan menunggu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bisa dilihat sendiri tadi bagaimana respon calon penumpang. Ada yang kesal, bosan, pasrah, bahkan ada yang sampai tidur,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam waktu dekat, ia akan berkonsultasi dengan Bupati Pasuruan dan akan menyurati Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Ia meminta solusi secepatnya agar terminal bisa ramai seperti sebelum Covid-19.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jelas kami akan bertindak. Kami akan mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan Jatim. Kami minta harus ada solusi. Secepatnya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis: Indra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idSejumlah calon penumpang bus menuju Malang dan Surabaya terpantau keleleran di Terminal Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12\/8\/2025). Kondisi ini sudah jamak terjadi tiap hari. Tak jarang penumpang harus menunggu hingga 2 jam lamanya. Seperti yang dialami Fatoni. Pria&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":700,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":705,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions\/705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}