{"id":680,"date":"2025-08-10T04:37:00","date_gmt":"2025-08-10T04:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=680"},"modified":"2025-08-10T05:09:56","modified_gmt":"2025-08-10T05:09:56","slug":"kisah-pilu-remaja-putri-asal-gempol-pacar-bilangnya-cinta-mati-tahu-hamil-diminta-aborsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2025\/08\/10\/kisah-pilu-remaja-putri-asal-gempol-pacar-bilangnya-cinta-mati-tahu-hamil-diminta-aborsi\/","title":{"rendered":"Kisah Pilu Remaja Putri Asal Gempol: Pacar Bilangnya Cinta Mati, Tahu Hamil Diminta Aborsi"},"content":{"rendered":"\n<p>Pasuruan_lumbungberita.id<br>Peristiwa memilukan yang terjadi pada Bunga (16) membuat pihak keluarga mengelus dada. Pacar Bunga, MBS (20), ternyata berusaha menutupi kehamilan dengan berusaha menggugurkan kandungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditemui di wilayah Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat sore (8\/8\/2025), kerabat Bunga menyatakan MBS berusaha melakukan aborsi dengan memesan obat penggugur kandungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tangkapan layar percakapan mereka, terungkap MBS lebih getol mencari cara aborsi ketimbang Bunga. Awal Juli 2025, MBS mentrasfer sejumlah uang untuk pembelian paket obat penggugur.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bunga yang diminta tanya-tanya ke sellernya. Yang transfer uang MBS. Pengiriman obat itu menuju langsung ke rumah Bunga,&#8221; tutur N kepada Lumbung Berita.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Tuhan berkehendak lain. Upaya ini kandas. Penjual obat yang dihubungi ternyata penipu. Uang hilang, obat pun tak pernah datang.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal di awal-awal hubungan mereka, MBS menunjukkan sikap bucin setengah mati. Sayangnya, sikap itu berubah menjadi mesum. MBS kerap meminta Bunga &#8220;pap&#8221; foto vulgar. Dari foto, MBS kebablasan merayu berhubungan intim.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Seingat Bunga, awal melakukan hubungan layaknya suami istri itu pada Oktober 2024. Seiring berjalannya waktu, mereka sudah melakukannya beberapa kali. Lalu sejak Mei 2025, Bunga sudah berhenti menstruasi,&#8221; ujar N.<\/p>\n\n\n\n<p>Puncaknya terjadi seusai kegagalan mendapatkan obat aborsi. Kandungan yang mulai tumbuh besar dan aktivitas sekolah tiap hari membuat Bunga sering mengeluh lemas dan sakit perut.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarga lalu membawa Bunga ke Rumah Sakit. Disinilah pihak keluarga mengetahui Bunga sedang berbadan dua. Dokter segera bertindak memanggil MBS ke Rumah Sakit.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Waktu ketemu dokternya, MBS sempat-sempatnya ngomong &#8216;apa gak bisa digugurkan saja&#8217;, terang saja dokternya langsung naik pitam,&#8221; ungkap N.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus ini akhirnya berujung ke Unit PPA Polres Pasuruan. Pihak keluarga MBS disebut tak punya iktikad baik. Hasil mediasi yang disepakati, justru tak diindahkan oleh orang tua MBS.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga berita ini selesai dibuat, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengaku belum mendapat informasi dari Unit PPA.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Belum ada data yang masuk. Coba Senin saya cek,&#8221; ujarnya singkat melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (9\/8\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti diberitakan sebelumya, keluarga Bunga melaporkan MBS (20), ke Polres Pasuruan. Laporan itu dilayangkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan pada Kamis (7\/8\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Warga Kecamatan Gempol itu disinyalir tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Bunga. Kesepakatan untuk menikahkan keduanya justru dianggap angin lalu oleh orang tua MBS.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak keluarga Bunga habis kesabaran ketika mendengar orang tua MBS mengucapkan &#8220;Yang ingin nikah resmi kan pihak sana, ya biar sana yang ngurus semuanya&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis: Indra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejoli: Sketsa dari foto asli ketika Bunga dan MBS sedang bersama<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=680"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":685,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680\/revisions\/685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}