{"id":5100,"date":"2026-11-07T05:05:38","date_gmt":"2026-11-07T05:05:38","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=5100"},"modified":"2026-11-07T05:05:39","modified_gmt":"2026-11-07T05:05:39","slug":"alami-pendangkalan-warga-bulusari-minta-pemkab-segera-normalisasi-saluran-awar-awar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/11\/07\/alami-pendangkalan-warga-bulusari-minta-pemkab-segera-normalisasi-saluran-awar-awar\/","title":{"rendered":"Alami Pendangkalan, Warga Bulusari Minta Pemkab Segera Normalisasi Saluran Awar-Awar"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan_lumbungberita.id<br>Kondisi Saluran Pembuang Awar-Awar Jembrung 1, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kian memprihatinkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga hari ini, Sabtu (7\/11\/2026), saluran sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur dan rumput liar. Kondisi ini membuat fungsi saluran sebagai pembuang air tidak lagi optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tokoh masyarakat setempat, Habibi, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan segera turun tangan melakukan normalisasi. Selain untuk memperlancar aliran air, pengerukan juga dinilai penting sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang berpotensi memicu luapan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, jika saluran tersebut meluap, dampaknya bisa menjangkau sekitar 300 hingga 400 kepala keluarga (KK) yang bermukim di kawasan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAda sekitar 300 sampai 400 KK yang terdampak kalau sampai air meluber. Apalagi sebentar lagi musim hujan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Habibi melanjutkan, normalisasi saluran tersebut sebenarnya pernah dilakukan sekitar dua hingga tiga tahun lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, sedimentasi lumpur kembali menyebabkan pendangkalan hingga kondisi saluran semakin memprihatinkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, upaya pembersihan secara mandiri melalui gotong royong warga tidak akan cukup untuk mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, area yang mengalami pendangkalan cukup luas sehingga membutuhkan penanganan dengan peralatan dan dukungan teknis yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kalau hanya mengandalkan gotong royong warga, jelas kurang mampu. Area pendangkalannya cukup luas. Butuh pengerukan. Dan saluran ini merupakan kewenangan Pemkab Pasuruan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal senada disampaikan Seleman, salah seorang petani setempat. Ia berharap Pemkab Pasuruan segera melakukan pengerukan lumpur sekaligus membersihkan rumput liar yang memenuhi saluran agar kapasitas aliran air kembali optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami berharap Pemkab Pasuruan segera mengeruk lumpur dan membersihkan rumput supaya aliran air pembuang bisa lancar. Jangan sampai ketika musim hujan tiba, air meluap dan menggenangi permukiman warga,&#8221; pungkasnya. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idKondisi Saluran Pembuang Awar-Awar Jembrung 1, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kian memprihatinkan. Hingga hari ini, Sabtu (7\/11\/2026), saluran sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur dan rumput liar. Kondisi ini membuat fungsi saluran sebagai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5101,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-5100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5102,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5100\/revisions\/5102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}