{"id":4932,"date":"2026-10-22T16:31:21","date_gmt":"2026-10-22T16:31:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4932"},"modified":"2026-10-22T16:31:22","modified_gmt":"2026-10-22T16:31:22","slug":"polemik-tuntas-kades-gempol-kembalikan-dana-anak-yatim-rp315-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/10\/22\/polemik-tuntas-kades-gempol-kembalikan-dana-anak-yatim-rp315-juta\/","title":{"rendered":"Polemik Tuntas, Kades Gempol Kembalikan Dana Anak Yatim Rp31,5 Juta"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan_lumbungberita.id<br>Polemik dana hak anak yatim di Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, akhirnya menemui titik terang. Dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Balai Desa, Kamis (22\/10\/2026) malam, Kades Gempol Akhmad Dwi Setiyono menyepakati seluruh tuntutan warga, terkait dana anak yatim dan pengelolaan limbah produktif perusahaan atau avalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut aksi Forum Komunikasi Gempol Peduli (FKGP) di lokasi yang sama, Rabu (21\/10\/2026). Dalam aksi itu, warga menuntut pengembalian dana hak anak yatim sebesar Rp 31,5 juta dalam waktu 3&#215;24 jam, sekaligus meminta pengelolaan limbah produktif atau avalan diserahkan kepada warga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua tuntutan tersebut akhirnya disepakati. Pada malam itu juga, Dwi menyerahkan uang Rp 31,5 juta kepada FKGP untuk disalurkan kepada anak yatim di Desa Gempol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMohon maaf kalau saya selama ini ada salah. Karena banyaknya tugas dan tanggung jawab pemerintah desa, sehingga dana ini belum terealisasi,\u201d ujar Dwi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pengembalian dana, Dwi juga menyetujui pengelolaan avalan diserahkan kepada FKGP. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"624\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1792686508623-picsay.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4934\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1792686508623-picsay.jpeg 1000w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1792686508623-picsay-300x187.jpeg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1792686508623-picsay-768x479.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPada intinya saya ingin menyejahterakan Gempol. Monggo kalau mau mengelola rollingan. Saya persilakan kepada Forum Komunikasi Gempol Peduli untuk mengelola,\u201d kata Dwi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, tuntutan warga terkait jatah dana untuk masjid akan dibahas dalam pertemuan terpisah. Musdesus malam itu secara khusus membahas penyelesaian dana anak yatim dan pengalihan pengelolaan avalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai informasi, dana yang dipersoalkan berasal dari hasil penjualan avalan yang dibagikan secara bergiliran setiap sekitar 1,5 bulan, di antaranya untuk masjid dan anak yatim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">FKGP mengklaim jatah anak yatim tidak disalurkan selama 21 kali giliran dengan total sedikitnya Rp 31,5 juta. FKGP juga menyebut adanya dugaan persoalan serupa pada jatah dana untuk masjid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejatinya, praktik pembagian avalan tersebut telah berlangsung sejak lama. Jauh sebelum Akhmad Dwi menjabat sebagai kepala desa. Namun, selama itu tak ada kendala dan justru di era Dwi berbagai keluhan muncul ke permukaan. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idPolemik dana hak anak yatim di Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, akhirnya menemui titik terang. Dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Balai Desa, Kamis (22\/10\/2026) malam, Kades Gempol Akhmad Dwi Setiyono menyepakati seluruh tuntutan warga, terkait dana anak yatim&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4933,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-4932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4935,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4932\/revisions\/4935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}